Ini Lima Point Refleksi Akhir Tahun 2022 Pj Gubernur Provinsi Papua Barat

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol ( Purn) Drs Paulus Waterpauw M.Si, Di Dampingi Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari ( Foto : Alfredo Regoy)

PinFunPapua.com, Manokwari – Refleksi Akhir Tahun 2022 Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol ( Purn)  Drs Paulus Waterpauw M.Si  dalam mewujudkan pembangunan jangka panjang Daerah yaitu mewujudkan Papua Barat yang sejahtera berdasarkan perekonomian Wilayah secara Eknomi dan Sosial, sebagaimana tertuang didalam Dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2023-2026.

Selain berpedoman pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, dalam implentasinya mengacu pula pada arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Dalam Negeri yang kemudian dijadikan sebagai Arah Kebijakan Pj. Gubernur Papua Barat, yaitu: Menjaga Stabilitas Politik, Pemerintahan dan Keamanan Wilayah; Penanganan Pandemi Covid 19; Pemulihan Ekonomi dengan Melibatkan Swasta;  Peningkatan Pendidikan , Infratruktur, Kesehatan dan Stunting,; dan  Sosialisasi pentingnya UU Otonomi Khusus No 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan Peraturan Turunannya, dan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal ini disampaikan Pj Gubernur Papua Barat Komjen Pol ( Purn)  Drs Paulus Waterpauw M.Si dalam press reales yang di sampaikan di gedun Arfak convention Hall Mapolda Papua Barat, Sabtu ( 31/12/2022).

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol ( Purn)  Drs Paulus Waterpauw M.Si saat membeberkan dimana  dalam menjaga stabilitas politik telah dibangun komunikasi yang intensif dengan Pemerintah pusat  dan berbagai stakeholder dan elemen masyarakat, serta mempublikasikan Arahan Presiden, selain itu juga Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengalokasikan anggaran Dana Hibah pada APBD Perubahan untuk mendukung tugas-tugas kesekretariatan, dan Melakukan Rapat Koordinasi Bersama Pimpinan KPU Provinsi Papua Barat. Menetapkan Perdasi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemilihan Keanggotaan Majelis Rakyat Papua Barat untuk sekarang ini prosesnya telah dilakukan sosialiasi sampai dengan tingkat Distrik.

“ Kerja-kerja dalam Pemerintahan telah dilakukan peningkatan Kinerja OPD, Blusukan Belanja Masalah, selain itu juga dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah dengan membentuk tim percepatan akselerasi pembangunan  di 13 Kabupaten/Kota  Baik untuk Regulasi dalam menyelesaikan 21 Raperdasi dan Raperdasus, Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Manokwari; Tim Pembentukan Satuan Tugas Pengendali Ketahanan Pangan; Tim Percepatan Evaluasi dan Peningkatan Indeks Inovasi Daerah; Menjadikan Provinsi Papua Barat sebagai rule model Pemerintahan Otonomi Khusus di Tanah Papua;  Penataan Birokrasi dan Penyelesaian masalah Honorer 512 orang; Pengawasan dan Evaluasi Kinerja Aparatur di lingkungan Pemerintah Daerah Papua Barat dalam rangka menwujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih; dan Meninjau dan menyelamatkan Aset Pemerintah Daerah yang rusak akibat tidak dirawat,” ungkapnya.

Untuk Keamanan sendiri telah dilakukan Sigap dan tanggap merespon dan membantu korban bencana; Merangkul anak-anak muda/milenial untuk ikut serta peduli dalam membangun daerah; Silaturahmi dan membangun kerjasama dengan MRPB, TNI, POLRI, seluruh stackholder

Selain itu Dalam masa kepemimpinan saya dalam  Penanganan Pandemi Covid-19 Di daerah telah  Mendorong Percepatan Vaksinasi; Menyiapkan atau mamastikan tersedianya Stok Vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat; Bekerja Sama dengan TNI, POLRI Dinas Kesehatan untuk membuka Pos-pos Vaksinasi; dan Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap gerakan vaksinasi,” tandasnya.

Sementara untuk Pemulihan Ekonomi Dengan Melibatkan Swasta dilakukan beberapa kegiatan diantaranya: Berhasil mendorong Pertumbuhan Ekonomi; Sebagai Tuan Rumah pelaksanaan Women 20 yang digelar di Manokwari, Papua Barat yang kemudian memberi dampak  terhadap tingkat penghunian hotel dan restoran,;  Mendorong Pertumbuhan UMKM dengan melibatkan Kaum Milenial sekaligus Mendorong Regulasi Produk Lokal yaitu Ranpergub tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Lokal Unggulan untuk menyukseskan Gerakan Bangga Produk Provinsi Papua Barat;  Melakukan Program-program Keberpihakan,; Melakukan Blusukan Belanja Masalah pada beberapa sentra ekonomi diantaranya Mengunjungi Pasar Mama-mama Papua dan Kawasan Wisata Surfing di Amban Pantai Manokwari. Kawasan ini Potensial dikembangkan sebagai Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan melibatkan banyak sektor untuk iven selancar Internasional; Menjaga Ketersediaan Pangan akibat dampak ekonomi Global,

Menjadi trigger/pemicu bagi masyarakat untuk peduli terhadap perekonomian global dan mewujudkan kemandirian Pangan Papua Barat.; Mendorong Implementasi 40% penggunaan/pemakaian produk lokal/unggulan daerah; Mendorong terciptanya Balai Latihan Kerja yang baru dan mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja yang sudah ada guna meningkatkan skill/ kemampuan/ keahlian dari OAP.; Merangkul Dewan Adat/ Lembaga Masyarakat Adat Suku-suku yang ada di Wilayah Papua Barat untuk ikut serta melakukan sosialisasi program Pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat adat dengan membentuk unit-unit koperasi masyarakat adat.; Membangun Industri Pariwisata di Papua Barat dengan menggerakan even-even berskala nasional dan internasional.

“ International Surving di Manokwari; Wisata Alam Gunung Meja; Tindak Lanjut Renovasi Anjungan Provinsi Papua Barat di TMII.; Melakukan Kegiatan Festival makanan nusantara, Wisata Kuliner UMKM Khas Nusantara sebagai upaya membangkitkan semangat awal,; Pembentukan tim ketahanan pangan Daerah; Gubernur Papua Barat mengundang Menteri Pertanian Republik Indonesia pada Acara Pencanangan Tanam Padi Sawah Masa Tanam ke II 2022/2023 di Distrik Prafi, Kab. Manokwari. Sebagai bentuk persiapan akselerasi pertanian, terutama padi, jagung dan komoditi potensial lainnya untuk kontribusi ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia,” jelasnya,

Waterpauw menjelaskan selain itu juga kita  Memberdayakan Mama-Mama Papua,; dilakukan Kerjasama MoU Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (FORDASI) Daerah Khusus dan/Atau Istimewa beranggotakan 5 Provinsi untuk membahas dan memetakan potensi-potensi daerah yang dapat dikerjasamakan; Membuka Rekruitmen Calon Direksi BUMD PT. Padoma dengan mengedepankan Prinsip Kerjasama antar daerah pada Bidang Potensi Hasil Bumi, Laut dan Pariwisata Papua Barat.

“ Lebih lanjut ditambahkan yang mana Peningkatan Pendidikan , Infratruktur, Kesehatan Dan Stunting dilakukan dengan beberapa Kegiatan diantaranya : melalui Pendidikan dengan  Pencanangan Sekolah Sepanjang Hari dan Sekolah Gratis; Mendorong terciptanya Balai Latihan; Menjadikan Pulau Mansinam pulau peradaban OAP menjadi tempat healing; Melakukan Pembinaan dan Apresiasi terhadap Presetasi Para Atlit Papua Barat pada Ajang Angkat Besi Tingkat Nasional di Bali; Merencanakan Kerjasama bersama Daerah Asimetris Desentralisasi yaitu Provinsi Aceh dalam Bidang Pendidikan, untuk menyiapkan SDM Papua Barat Unggul. Untuk Infrastruktur dilakukan Kunjungan Kerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari dalam rangka Pembahasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kabupaten Manokwari,;  Audiensi dengan Menteri PUPR Pada Tanggal 01 Agustus untuk membahas persetujaan Pembangunan Proyek Strategis Nasional dan Regional yang ada di Papua Barat Tahun 2023,” jelasnya.

Untuk Kesehatan dan Stunting kita telah mendapatkan Penghargaan Penurunan Stunting 2021 sehingga percepatan Penurunan Stunting Tetap digenjot hingga 19%.

Sosialisasi Pentingnya Uu Otonomi Khusus No 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Uu No 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Di Provinsi Papua Dan Peraturan Turunannya, Dan Daerah Otonomi Baru (DOB) pada tanggal 14 juni  dilakukan Deklarasi Rakyat Papua Barat mendukung OTSUS;   Bersinergi dengan Bapemperda DPR Provinsi Papua Barat untuk mempercepat Pembahasan dan penetapan Perdasi dan Perdasus; Menyelesaikan 21 Raperdasi dan Raperdasus;  Sosialisasi UU Otonomi Khusus dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan media online, radio, dan televisi

Berbagai program pembangunan dari masing masing sektor Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Infrastruktur dan lainnya terus dilakukan percepatan mewujudkan Papua Barat yang Bangkit dari situasi Pandemi Covid-19 yang telah berpengaruh terhadap berbagai sektor kesehatan, ekonomi dan sektor lainnya. Melalui sinergitas Pemerintah Provinsi Papua Barat bergerak cepat dengan melakukan sejumlah langkah dalam percepatan penanganan Covid-19 sebagai momentum untuk pemulihan ekonomi dan Akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat.

Sebagai bentuk apresiasi upaya-upaya kinerja pembangunan di Papua Barat Tahun 2022,Pemerintah  telah diterima Penghargaan Realisasi APBD Tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri RI; Penghargaan Realisasi Belanja Daerah dari Kementerian Dalam Negeri RI; Penganugerahan Penyelesaian Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang melalui Revisi RTRW Provinsi. oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI; Penghargaan mengendalikan Laju Inflasi dibawah 3% dari Kementerian Kauangan RI (Dana Insentif Daerah sebesar 10,75 M); Penghargaan atas penyelenggaraan Penilaian Kinerja dan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2021;  Penghargaan WTP Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2021;. Penghargaan Menkumham RI atas memacu pertumbuhan kreativitas dan inovasi kekayaan intelektual dalam rangka pemulihan ekonomi nasional; Penghargaan Golden Blue Park – Pengelolaan, Kawasan Konservasi Laut Terbaik Dunia; dan Provinsi Papua Barat masuk Dari 96 Penjabat Kepala Daerah Pj. Gubernur Papua Barat masuk 5 Besar atas evaluasi Penilaian Kinerja Penjabat Kepala Daerah.

“ Hasil capaian tersebut merupakan kerja keras seluruh elemen baik Pemerintah dan berbagai stakeholder baik DPRPB, MRPB, TNI, POLRI, Pemerintah Kabupaten/ Kota (para Bupati/ Walikota) serta para Tokoh Adat, Tokah Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan  Komunitas Paguyuban Nusantara, maupun pimpinan Lembaga-lembaga Keagamaan. Sinergitas ini menjadi modal besar untuk bekerja lebih maksimal sebab masih banyak pekerjaan yang perlu kita capai demi masyarakat Papua Barat yang sejahtera secara Ekonomi dan Sosial,” pungkasnya. (PFP-05)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *