Kabupaten Teluk Bintuni Penghasil Migas, Masuk Dalam Kategori Termiskin Ekstrem.

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si (Foto : Alfredo R /PFP 05)

PinFunPapua.com, Manokwari – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Paulus Waterpauw merasa bingung Kabupaten penghasil Sumber Daya Alam Minyak dan Gas masuk dalam kategori Miskin Ekstrem.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Paulus Waterpauw mengatakan daerah kita di Provinsi Papua Barat ada beberapa Kabupaten yang masuk dalam kategori termiskin Ekstrem dimana pendapatannya di bawah garis kemiskinan, itu yang disebut miskin ekstrem.

” Seperti Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat, tetapi yang membuat saya bingung itu Bintuni juga masuk dalam miskin extream,” ungkap Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Paulus Waterpauw saat membuka pasar murah di arowi, Senin (24/10/2022).

Lanjut Waterpauw dimana pada saat Raker Bupati/Walikota Se-Papua Barat di Kabupaten Sorong beliau sempat berkoordinasi bersama dengan Bupati Kabupaten Teluk Bintuni.

” Saya merasa aneh saja Kabupaten Teluk Bintuni yang terdapat perusahaan besar internasional dengan hasil yang begitu luar biasa tapi rakyatnya miskin,” ucapnya.

Saya merasa aneh saja, Kabupaten Teluk Bintuni daerah kaya raya punya potensi alam yang luar biasa yang sudah dikelolah tetapi rakyatnya miskin. Itu yang menjadi tanggung jawab kami bersama-sama dengan Pimpinan-pimpinan, Dinas, Biro, Staf Ahli dan Para Asisten untuk kita duduk bersama membahas hal tersebut. Kita lihat Kabupaten Kaimana yang justru tidak punya apa-apa malah jadi lebih baik kehidupan masyarakatnya.

” Sehingga disini apa yang salah, apakah salah mengatur atau mungkin salah urus, mungkin juga masyarakatnya yang tidak mau beranjak atau tidak mau keluar dari lingkaran garis kemiskinan itu, kurang peduli orang bilang atas potensi alam, potensi yang Tuhan kasih tidak digarap dengan baik,” tandasnya.

Tambah Pj Gubernur dimana masyarakat hanya menunggu, menunggu dan menunggu, semua proses hadirnya perusahaan dengan hak-hak yang mereka tuntut itu bisa didapat dengan baik, tidak ada masalah tapi kalau itu ada masalah, hambatan satu, dua bulan bahkan lebih akhirnya masyarakat terpuruk jadinya.

Padahal di Kabupaten Teluk Bintuni semua kekayaan alam ada baik penghasil gas, hasil laut, dan masih banyak lagi yang di miliki Kabupaten Teluk Bintuni,”pungkasnya. (PFP-05).

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *