Keusukupan Manokwari-Sorong Mempertanyakan Maria Imaculata Saimar Kenapa Tidak Dilantik.

PinFunPapua.com, Manokwari – Keuskupan Manokwari-Sorong menemui Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat guna mempertanyakan rekomendasi yang telah diberikan untuk keterwakilan dari kuota agama Katolik.

Vikaris Yudisial Keuskupan Manokwari-Sorong RD. Imanuel Tenau, Pr saat ditemui sejumlah wartawan usai melakukan pertemuan bersama Kesbangpol Papua Barat menyampaikan kedatangan kami saat ini untuk mempertanyakan atas dasar apa rekomendasi Keusukupan atas nama Maria Imaculata Saimar tidak di lantik dan di gantikan dengan Cyrilius Adopak yang berada pada daftar tunggu langsung berada pada posisi pertama menggantikan Maria Imaculata Saimar.

Keuskupan Manokwari-Sorong merekomendasikan tiga nama namun untuk memenuhi syarat maka keuskupan merekomendasikan empat nama dari perwakilan Katolik yang mana Rekomendasi diberikan pada Maria Imaculata Saimar, Drs Yotam Hindom, Agustinus Jules Nauw dan Cyrilius Adopak,” ungkap Imanuel.

Vikaris Yudisial Keuskupan Manokwari-Sorong RD. Imanuel Tenau, Pr

Imanuel mengatakan proses telah selesai dan kita tahu rekomendasi semua sudah berjalan dan dikeluarkan hasil pengumuman nomor 400.10.4.3/209/KESBANGPOL-PB/2023 tanggal 22 Juni 23 nama calon anggota yang terpilih yang lolos seleksi Wakil agama Maria dan Yonas yang terpilih sedangkan Agustinus Jules Nauw dan Cyrilius Adopak masuk dalam pergantian antar waktu.

“ Namun yang terjadi Nama Maria tidak ada dan Cyrilius yang berada pada urutan empat bisa loncat duduk diurutan pertama menggantikan Maria. Yang jadi pertanyaan kita siapa yang mengganti ini semua, atau siapa yang bermain,” tatanyanya

Kami merasa ada permainan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat yang dilakukan oleh bagian teknis Kesbangpol Papua Barat, Kami akan terus memperjuangkan Ibu Maria Imaculata Saimar untuk bisa dilantik bersama-sama dengan Drs Yotam Hindom perwakilan Katolik.

Kesbangpol harus jelaskan kepada kami atas dasar apa ibu Maria tidak dilantik, dasarnya apa? Apakah ada masalah yang menyangkut hukum, administratif atau menyangkut apa?, “ tanya Imanuel.

Kalau klarifikasi sudah dikasih dari satu, dua bulan lalu dari Mendagri harus disampaikan kenapa harus ditahan sampai kita datang bentak, ribut baru di kasih tahu ada klarifikasi.

“ Sederhananya mau klarifikasi apa? apa yang sudah dikasih dari perwakilan katolik yach itu sudah, mau klarifikasi apa lagi, kalau mau klarifikasi yang tetap Maria Imaculata Saimar, Drs Yotam Hindom yang dilantik,” tegasnya

Imanuel mengatakan kalau kerja dipemerintahan itu harus jujur, gereja tidak pernah memutuskan sesuatu berdasarkan politik, ekonomi, ambisi sesat namun berdasarkan moralitas dan nilai-nilai dalam gereja katolik.

“ Secara pribadi saya akan terus mengawal Maria ini sampai dilakukan pelantikan, kami merasa wibawa gereja katolik atau agama katolik direndahkan, diremehkan dirusak oleh Pemerintah Daerah, catat itu, pemerintah merusak agama katolik punya kuota bukan agama katolik merusak dirinya sendiri,” cetus Imanuel.

Kepala Kesbangpol Papua Barat Thamrin Payapo ditempat terpisah mengatakan saya akan berkoordinasi dengan Pj Gubernur papua Barat selaku pimpinan ttertinggi. Namun pelaksanaan pelantikan besok tetap berjalan, dan Wamen melantik 30 orang anggota MRPB saja, tiganya tetap akan dilakukan pelantikan susulan,” tutup Thamrin. ( PFP-01 )

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *