Maxsi ; Harus Ada Penyegaran Di Tubuh Sekretariat MRPB

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Maxsi Nelson Ahore, S.E ( PFP-03)

PinFunPapua.com, Manokwari – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxsi Nelson Ahoren kecewa dengan kinerja ASN yang kerja di lembaga Majelis Rakyat Papua Barat sehingga perlu ada penyegaran.

 

Maxsi mengatakan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur dimana aktifitas kantor pemerintahan sudah mulai aktif kerja pada bulan Januari.

 

Khusus untuk pelayanan di MRPB ini baik sekretarisnya, sampai dengan Kabag dan kasubag semua ini tidak pernah dikantor. Bahkan mesin ceklockpun di bawa pulang kerumah.

 

Hal ini disampaikan Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren saat ditemui sejumlah wartawan di kantor MRPB, Rabu (8/2/2023).

 

Maxsi berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat terlebih khusus kepada Gubernur dan Sekda Provinsi Papua Barat mungkin perlu dilakukan penyegaran dalam sekretariat Majelis Rakyat Papua Barat.

 

” Dimana mereka yang ada disini mungkin sudah berkerja cukup lama, sehingga mungkin ada penyegaran yang harus dilakukan oleh PJ Gubernur khususnya di dalam MRPB,” ungkapnya.

 

Kami juga sudah mengusulkan untuk sekretaris MRPB baru, mengingat sekretatis yang saat ini tidak pernah ada di kantor karena beliau sedang sakit dan sedang menjalankan pengobatan, sehingga diharapkan segera ditunjuk Plt sekretaris baru.

 

” Lembaga ini tidak bisa kerja sendiri, saya berharap pemerintah juga harus serius. Kami sudah menyampaikan ini berulang-ulang kepada pemerintah Provinsi Papua barat bahwa lembaga ini perlu dilakukan pembenahan dengan baik,” ucapnya.

 

Kata Maxsi kalau kita mau benahi agar lembaga ini berjalan dengan normal, maka harus ada teguran dari PJ Gubernur Provinsi Papua Barat dan Sekda terhadap ASN yang bekerja di Lembaga MRPB.

 

” Kalau memang sudah tidak bisa di tegur lagi maka kewenangan itu ada di tangan Gubernur dan Sekda, sehingga perlu perlu dilakukan penyegaran dalam tubuh Sekretariat MRPB,” tandasnya.

 

Maxsi menambahkan dimana sampai tadi dilakukan pertemuan bersama dengan KPU tidak ada satu ASN pun baik itu Seklis, Kabag atau Kasubag yang hadir, kami hanya didampingi staf honorer.

 

Sehingga Ini menjadi catatan untuk PJ Gubernur, supaya kedepan melihat ini apalagi sampai mesin ceklot di bwa kerumah, akhirnya kantor ini kosong.

 

” Saya berharap kepada PJ Gubernur dan plt sekda agar ini menjadi perhatian kita semua, supaya dalam satu dua bulan kedepan jika ada terjadi perubahan kabinet atau pelantikan lain-lain saya kira MRPB di prioritaskan dulu agar kantor ini dapat terlihat aktifitasnya,”pungkasnya (PFP-06).

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *