MRP Berbicara Tentang Kepentingan OAP, Bukan Berbicara Kepentingan Politik

Penjabat Gubernur provinsi Papua barat Komjen Pol ( Purn ) Dr Paulus Waterpauw M., Si ( Foto ; Alfredo Regoy )

PinFunPapua.com, Manokwari – Majelis Rakyat Papua adalah representasi dari kultur Orang Asli Papua yang berbicara tentang kepentingan OAP bukan berbicara kepentingan Politik didalamnya, dan sesungguhnya mereka  itu adalah memang muncul dari 3 unsur yang mewakili Adat, Perempuan dan Agama.

Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Komjen Pol (Purn) Dr Paulus Waterpauw M.,Si mengatakan Peran MRPB harus dibesarkan, karena MRPB merupakan representasi kultur orang asli papua, sehingga terjadi sebuah persoalan di wilayah adat maka MRP inilah yang punya peran, jangan aparat kepolisian, aparat pemerintah yang tidak terlalu mengerti dengan persoalan adat, budaya dan kebiasaan tradisi.

“ Selain itu apa yang menjadi aspirasi perempuan biarlah tokoh perempuan dari MRP yang bicara, jadi nanti unsur perempuan yang menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, jadi kalau mereka betul-betul di berikan ruang itu otomatis itu bisa mudah diselesaikan, termasuk masalah agama,”

Hal ini disampaikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Komjen Pol (Purn) Dr Paulus Waterpauw M.,Si saat ditemui sejumlah wartawan di Aston Niu.

Kata waterpauw selama inikan dari satu, dua orang, baik tokoh  agama,tokoh adat dan tokoh perempuan langsung pemerintah, tanpa melewati MRPB padahal menurut saya ini Jalur yang bisa kita fungsikan perannya dengan baik.

“ MRPB tumbuh dan berasal dari Adat, Agama, dan Perempuan sebagai lembaga representasi kultur OAP itu yang mendasarinya  mereka itu bukan dari kelompok politik yang ada di dalam kelompok masyarakat atau lingkungan pemerintah,” tandasnya.

“ Mereka menjadi penyalur penyampaian aspirasi yang sangat mendasar kepada pemerintah untuk bersama-sama kita olah berbagai hal, misalnya  MRPB bisa memberikan masukan, pertimbangan saat menyusun anggaran pendapat belanja daerah agar dari situ Pemerintah kaji apa yang perlu dibangun apa yang perlu dibijaki,” pungkasnya. ( PFP-05)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *