FAKFAK,PinFunPapua.com – Seluruh sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Kabupaten Fakfak meliburkan kegiatan belajar mengajar selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Mei 2026, untuk mendukung pelaksanaan peringatan 132 tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Fakfak.
Kebijakan tersebut mengacu pada ketetapan Keuskupan Manokwari-Sorong yang menetapkan tanggal 22 Mei sebagai Hari Misi Katolik dan diberlakukan sebagai hari libur wajib bagi seluruh satuan pendidikan YPPK di wilayah keuskupan.
Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) YPPK Fakfak, Yohanes Mikael Tage menjelaskan, secara umum seluruh sekolah YPPK di wilayah keuskupan hanya diliburkan satu hari. Namun, khusus di Fakfak masa libur diperpanjang menjadi dua hari karena daerah tersebut menjadi pusat pelaksanaan perayaan tahun ini.
“Di seluruh wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong, sesuai surat keputusan Uskup, libur ditetapkan pada 22 Mei. Namun di Fakfak karena menjadi pusat perayaan dan rangkaian kegiatan berlangsung hingga 23 Mei, maka sekolah diliburkan dua hari,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Yohanes, keputusan tersebut diambil agar peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan rohani yang menjadi bagian penting dari peringatan tersebut.
“Seluruh peserta didik wajib mengikuti perayaan Ekaristi. Karena kegiatan masih berlangsung sampai 23 Mei, maka kegiatan belajar mengajar diliburkan selama dua hari,” katanya.
Selain itu, beberapa sekolah telah menghentikan aktivitas lebih awal karena terlibat langsung sebagai panitia maupun lokasi pelaksanaan kegiatan, di antaranya SD YPPK Brongkendik dan SD YPPK Mendogma.
Secara keseluruhan, terdapat 22 sekolah YPPK di Kabupaten Fakfak yang terdampak kebijakan tersebut, terdiri atas dua taman kanak-kanak (TK), 18 sekolah dasar (SD), satu sekolah menengah pertama (SMP), dan satu sekolah menengah atas (SMA).
Pihak YPPK menegaskan bahwa kebijakan ini bukan semata penyesuaian kalender pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan iman, pengenalan sejarah gereja, serta penguatan nilai kebersamaan umat Katolik di Tanah Papua.
Peringatan 132 tahun Misi Katolik di Tanah Papua sendiri menjadi momentum mengenang sejarah masuknya misi Katolik sejak pendaratan Pastor A. Le Cocq d’Armandville di Sekru pada 22 Mei 1894, sekaligus memperkuat nilai spiritual dan historis bagi generasi muda di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Fakfak. (Risman Bauw).
