MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-170 Perkabaran Injil di Tanah Papua. Apel ini dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Manokwari pada Selasa (4/1/2025) dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Manokwari, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) RB Simangunsong, S.I.K., M.Si.
Apel ini dihadiri oleh para pimpinan satuan serta melibatkan sekitar 1.000 personel gabungan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI), Satuan Keamanan Obyek Vital (Sekom), serta anggota Pramuka. Pasukan gabungan tersebut dikerahkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama rangkaian ibadah perayaan Perkabaran Injil.
Kapolresta Manokwari menegaskan bahwa dalam momentum keagamaan ini, pihaknya akan mengedepankan sinergi antarinstansi guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif. “Keberhasilan ini ditentukan oleh kebersamaan, bukan ego sektoral. Kami bersama seluruh elemen siap mengamankan perayaan HUT Perkabaran Injil,” ujarnya.

Selain menggelar apel pasukan, kepolisian juga akan melaksanakan patroli skala besar bersama TNI pada puncak perayaan yang jatuh pada 5 Februari 2025. Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Manokwari selama berlangsungnya perayaan.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesakralan perayaan ini dengan tidak melakukan kegiatan di luar ibadah yang dapat mengganggu ketertiban maupun kenyamanan umat. “Perayaan HUT Perkabaran Injil adalah momen ibadah yang harus dihormati. Jangan ada pihak yang mempolitisasi atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jalannya perayaan,” tegasnya.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal seluruh rangkaian acara agar dapat berjalan lancar dan tertib. Dengan adanya kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan peringatan HUT ke-170 Perkabaran Injil di Tanah Papua dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh hikmat. ( JN )
