TELUK BINTUNI,PinFunPapua.com – Upacara pembukaan Program Latihan Kesiapan Operasi (Proglatsiapops) Sistem Blok Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI-PNG) Wilayah Yonif 763/Sanetya Buerama Amor (SBA) Tahun Anggaran 2025 telah resmi digelar di Lapangan Apel Brigif 26/GP, Jalan Raya Km 11, Kampung Weisiri, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Senin (24/2/2025)
Bertindak sebagai inspektur upacara, Brigadir Jenderal TNI Musa David M. Hasibuan selaku Inspektur Kodam (Irdam) XVIII/Kasuari. Sementara itu, Komandan Upacara dipimpin oleh Mayor Inf. Eko Novandi Saputro, S.I.P. yang juga menjabat sebagai Danyonif 763/SBA, serta Perwira Upacara Kapten Inf. Tegar, Kasiops Brigif 26/GP. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 470 personel.
Turut hadir dalam upacara tersebut sejumlah pejabat tinggi TNI, di antaranya:
Kolonel Czi Agung Isa Rakhman (Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Perang, Sahli Pangdam XVIII/Kasuari), Kolonel Inf. Sidik Wiyono, S.H., M.Tr. (Han) (Danbrigif 26/GP), Kolonel Inf. Slamet, S.P. (Danrindam XVIII/Kasuari), Kolonel Inf. Bambang H. (Kabaglat Rindam XVIII/Kasuari sekaligus Koordinator Umum Latihan), Letkol Inf. Teguh Eko Efendi, S.E. (Dandim 1806/Teluk Bintuni), Letkol Cke Klif (Sekretaris Irdam XVIII/Kasuari), Letda Czi Aldi (Pelatih Porgal Siaops Kodam XVIII/Kasuari).
Pangdam XVIII/ Kasuari
Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub.Int., M.H.I.,dalam amanatnya yang dibacakan Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, Pangdam XVIII/Kasuari menekankan bahwa latihan kesiapan operasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai tugas operasi di lapangan. Yonif 763/SBA sebagai bagian dari Kodam XVIII/Kasuari memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat.

“Latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan prajurit dan satuan agar siap melaksanakan tugas di daerah operasi dengan karakteristik serta tantangan khusus. Oleh karena itu, latihan ini harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan menjelaskan bahwa sistem latihan blok diterapkan agar materi latihan lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan satuan. Dengan pendekatan ini, setiap prajurit diharapkan dapat menguasai keterampilan yang dibutuhkan dalam medan operasi sesungguhnya.
“Penting untuk saya tekankan bahwa latihan ini harus dilaksanakan dengan penuh keseriusan, kedisiplinan, dan semangat juang tinggi. Kesiapan prajurit dan satuan adalah kunci dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri amanat, Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan mengingatkan seluruh peserta untuk selalu mematuhi perintah pelatih, menjaga kekompakan, serta memperhatikan faktor keamanan selama latihan. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap tugas yang dijalankan.
“Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini, Senin, 24 Februari 2025, Program Latihan Kesiapan Operasi (Proglatsiapops) Yonif 763/Sanetya Buerama Amor Tahun Anggaran 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (red)
