JAKARTA, PinFunPapua.com— Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berlangsung meriah dan sarat makna. Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, serta menampilkan pertunjukan spektakuler yang memperlihatkan transformasi teknologi dan semangat pengabdian Polri kepada rakyat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara tersebut yang turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pejabat tinggi negara, serta masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk kelompok tani dan organisasi kemasyarakatan.
Dihadiri Ribuan Peserta dari Berbagai Kalangan
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 4.830 personel Polri turut serta dalam upacara tersebut. Selain itu, hadir pula 3.795 orang dari unsur potensi masyarakat serta 1.035 anggota dari kelompok tani dan Mitra Bhayangkara Garda (MBG), sehingga total peserta mencapai 9.660 orang.
Berbagai rangkaian acara telah dipersiapkan untuk memeriahkan puncak peringatan hari jadi Korps Bhayangkara ini, yang mengusung tema transformasi dan kedekatan Polri dengan masyarakat.
Aksi Terjun Payung dan Atraksi Udara
Salah satu atraksi yang paling memukau perhatian publik adalah aksi terjun payung oleh personel Polri. Dalam aksinya, penerjun membentangkan kain raksasa bergambar Presiden Prabowo Subianto, serta membawa Bendera Merah Putih dan lambang Tri Brata Polri, menciptakan momen simbolik yang membangkitkan semangat nasionalisme dan dedikasi Polri kepada negara.
Demonstrasi Robot Anjing Pelacak K9 dan Aksi Taktis
Tak kalah menarik, penampilan robot anjing pelacak atau K9 turut mewarnai suasana. Dalam sebuah simulasi yang disaksikan langsung oleh Presiden, robot K9 menunjukkan kemampuannya dalam menangani situasi darurat berupa pembajakan kendaraan bermuatan radioaktif.
Simulasi dimulai dengan pengejaran oleh aparat kepolisian terhadap komplotan penjahat, yang kemudian diakhiri dengan penurunan unit robot K9 dari drone ke titik operasi. Robot tersebut kemudian melakukan deteksi dan penanganan ancaman secara presisi.
Polri Kenalkan 30 Robot Canggih sebagai Bagian dari Transformasi Digital
Puncak dari defile syukuran Hari Bhayangkara ke-79 ditandai dengan diperkenalkannya 30 unit robot canggih oleh Polri. Robot-robot tersebut terdiri atas 10 unit robot humanoid, 13 robodog (robot anjing berkaki empat), dan tujuh robot penjinak bom.
Irwasum Polri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menjelaskan bahwa pengembangan robot ini menjadi bagian dari fase sosialisasi dan demonstrasi publik menuju smart policing berbasis teknologi. “Robot-robot ini dirancang untuk fungsi spesifik, mulai dari edukasi dan interaksi publik, pemantauan area rawan, hingga penanganan bahan peledak,” ujar Komjen Dedi.
Ia menekankan bahwa pengembangan robot ini dilandaskan pada tiga pilar utama, yaitu prinsip nonmiliter yang fokus pada layanan publik, transparansi dalam pelaporan perkembangan, serta kemanusiaan yang menempatkan robot sebagai mitra, bukan pengganti personel.
“Robot-robot ini masih dalam tahap demonstratif dan belum berstatus operasional. Namun, kehadirannya mencerminkan komitmen Polri dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.
Simbol Inovasi dan Kedekatan dengan Rakyat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga merupakan cerminan dari tekad Polri untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui pendekatan teknologi dan kegiatan partisipatif, Polri menegaskan jati dirinya sebagai institusi yang humanis, modern, dan adaptif terhadap perubahan zaman. (red/rls)
