CIANJUR, PinFunPapua.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 11–12 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sistem pertanian terintegrasi yang telah berhasil diterapkan di wilayah tersebut, dan dinilai potensial untuk direplikasi di Papua Barat.
Anggota Komisi II, Fahcry Tura, menyampaikan kekaguman terhadap kemajuan pertanian Cianjur. Ia menilai sistem pertanian di daerah itu telah berjalan secara terstruktur dari hulu ke hilir, bahkan didukung dengan penerapan teknologi digital untuk memantau dan mengelola hasil panen.
“Kami turun langsung ke lapangan, dan yang kami lihat sungguh luar biasa. Pertaniannya sudah sangat maju. Teknologi digital sudah digunakan untuk memantau hasil panen secara efisien. Ini sangat menginspirasi,” ujar Fahcry saat dihubungi PinFunPapua.com, Minggu (13/7/2025).
Papua Barat Miliki Potensi yang Sama
Fahcry menambahkan bahwa beberapa daerah di Papua Barat, seperti Kabupaten Pegunungan Arfak, memiliki kesamaan topografi dan iklim dengan kawasan Pacet di Kecamatan Ciherang, Cianjur. Hal ini membuka peluang besar untuk mengembangkan sistem serupa di Tanah Papua.
“Kesamaan geografis menjadi peluang emas. Jika sistem seperti ini diterapkan di Pegunungan Arfak, bukan hal mustahil pertanian kita bisa melompat jauh ke depan,” ujarnya optimistis.
Dorongan untuk Sister City dan Pendidikan Praktik
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Komisi II DPR Papua Barat mendorong terwujudnya kerja sama sister city antara Kabupaten Cianjur dan wilayah di Papua Barat. Salah satu langkah konkret yang tengah digagas adalah pengiriman mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari untuk melakukan magang selama tiga bulan di Cianjur.
“Mahasiswa Polbangtan bisa belajar langsung di lapangan tentang pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir. Ini sangat penting sebagai bekal bagi generasi muda Papua dalam mengembangkan sektor pertanian di masa depan,” jelas Fahcry.
Kisah Petani Sukses yang Menginspirasi
Salah satu hal menarik dari kunjungan ini adalah pertemuan dengan seorang petani sukses bernama Pak Ayi, yang hanya berpendidikan sekolah dasar. Namun, ia mampu membangun sentral pertanian modern dan menyerap banyak tenaga kerja, termasuk lulusan sarjana hingga magister.
“Pak Ayi membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada gelar atau jabatan. Pertanian adalah jalan sukses yang sangat menjanjikan, terutama jika dikelola dengan serius dan modern,” imbuh Fahcry.
Pertanian dan Perikanan Jadi Sektor Unggulan Papua Barat
Komisi II menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan sektor pertanian dan perikanan sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah. Mereka bertekad memperjuangkan kebijakan-kebijakan strategis yang mendukung pertumbuhan kedua sektor tersebut.
“Kunjungan ini membuka wawasan kami bahwa kolaborasi lintas daerah sangat penting. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk membangun pertanian yang serius, terukur, dan berdampak nyata di Papua Barat,” tandasnya.
Malam Ramah Tamah dengan Pemerintah Cianjur
Selain kegiatan kunjungan lapangan, Komisi II DPR Papua Barat juga menghadiri acara malam ramah tamah bersama Bupati Cianjur Mohammad Wahyu dan Wakil Bupati Cianjur Ramzi. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, menjadi momen silaturahmi sekaligus penjajakan peluang kerja sama lintas wilayah dalam bidang pertanian, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Pertemuan informal tersebut diharapkan menjadi awal hubungan baik antara Papua Barat dan Kabupaten Cianjur dalam mendorong pertukaran pengalaman dan transfer teknologi demi kemajuan bersama. (Risman)
