MANOKWARI, PinFunPapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, turun langsung menemui gabungan mahasiswa dan masyarakat yang melaksanakan aksi damai di Manokwari, Selasa (2/9/2025). Aksi tersebut berlangsung di dua titik, yakni di depan Perpustakaan Universitas Papua (Unipa) Jalan Gunung Salju Amban dan di sekitar lampu merah Makalo.
Ratusan peserta aksi menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari penolakan kenaikan gaji dan tunjangan DPR hingga evaluasi menyeluruh terhadap institusi Polri. Orasi berlangsung sejak pukul 12.00 WIT, dan pada pukul 15.55 WIT massa aksi akhirnya ditemui langsung oleh Gubernur bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Koordinator Lapangan, Yakonias Surune, membacakan 17 poin tuntutan mahasiswa dan masyarakat kepada Gubernur Papua Barat. Beberapa di antaranya yakni menolak kenaikan gaji DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, membatalkan UU Cipta Kerja (Omnibus Law), menghentikan tindakan represif aparat, hingga mendesak pengesahan undang-undang perlindungan masyarakat adat di Papua Barat.
“Gaji DPR naik hingga Rp100 juta, sedangkan rakyat sedang kesulitan bertahan hidup. Pejabat bisa bergembira, tetapi rakyat melilit,” seru salah satu demonstran dalam orasi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan. Ia berjanji seluruh tuntutan mahasiswa dan masyarakat akan disampaikan langsung kepada pemerintah pusat.
“Baik tuntutan yang diajukan adik-adik mahasiswa saat ini akan saya terima dan saya teruskan ke pemerintah pusat agar dapat diterima oleh Bapak Presiden,” ujar Dominggus.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat yang tetap menjaga aksi berlangsung damai tanpa merusak fasilitas umum. ( JANU )
