FAKFAK, PinFunPapua.com – Menjelang Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta yang akan digelar pada 5–10 November 2025, panitia resmi merampungkan tahapan penting berupa pengantaran Pokok Suku dan Materi Referensi kepada berbagai elemen masyarakat adat. Materi ini akan menjadi acuan dalam musyawarah setiap lembaga adat dan etnis selama konferensi berlangsung.
Ketua Panitia Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta, Badarudin Heremba, menyampaikan hal ini saat diwawancarai media di Fakfak, Senin (29/9/2025).
Dimulai dari 7 Mezbah Agama, Lanjut ke 30 Etnis 22 Komunal dan 144 Marga
Tahapan pengantaran dimulai sejak 28 Agustus 2025 dengan kunjungan ke tujuh tempat ibadah yang disebut sebagai Mezbah Mimbar Agama, yaitu:
Gereja Katolik Santo Yosep
Masjid At-Tarbiyah Muhammadiyah
Gereja GPI Eden Wagom
Gereja GKI Nazareth Wagom
Klenteng Kong Hu Shu
Masjid An-Nur Merapi (Nahdlatul Ulama)
Pura Agung Nirata Loka Nenewi Karya
Setelah itu, mulai 6 hingga 28 September 2025, panitia melanjutkan kunjungan ke 30 etnis Papua dan Nusantara, serta di lanjutkan ke 144 marga yang tersebar di 22 sub-komunal di wilayah Fakfak.
Materi Musyawarah Fokus pada Pembangunan SDM dan Infrastruktur
Pokok Suku dan Materi yang diberikan kepada masing-masing lembaga agama dan etnis merupakan panduan untuk melakukan musyawarah mandiri. Mereka diberi waktu dan kesempatan untuk menyampaikan pandangan umum serta memberikan saran dalam berbagai sektor, terutama:
Pendidikan
Kesehatan
Ekonomi masyarakat
Pembangunan infrastruktur di Tanah Mbaham Matta
“Materi yang kami berikan adalah panduan Pra Konfrensi untuk menuju ke konfrensi Harapannya, masing-masing etnis bisa memberikan masukan yang membangun demi peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Fakfak,” jelas Badarudin.
Progres Kegiatan dan Dana
Panitia telah melalui tahapan perencanaan, pengumpulan data, hingga penyusunan laporan pra-konferensi. Progres kegiatan juga mencakup pembentukan panitia, penyusunan konsep acara, persiapan logistik, publikasi, hingga koordinasi dengan peserta dari tujuh Wilayah Adat dan Pemateri Dari beberapa Universitas di Papua
Seluruh kegiatan pra-konferensi ini didukung oleh anggaran sebesar Rp 500 juta, yang digunakan secara transparan dan dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Dewan Adat Mbaham Matta.
Harapan Menuju Konferensi III
Badarudin Heremba berharap partisipasi aktif seluruh masyarakat Mbaham Matta dapat terus terjaga hingga pelaksanaan konferensi utama. Ia juga berharap konferensi nanti mampu memperkuat kebersamaan dan menghasilkan rekomendasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Konferensi ini bukan hanya ajang musyawarah, tapi juga momentum mempererat silaturahmi seluruh komponen masyarakat yang hidup dan menetap di Tanah Mbaham Matta,” tutupnya.
