MANOKWARI, PinFunPapua.com — Tokoh adat Papua Barat, Obet Arik Ayok Rumbruren, mengimbau pemerintah, pemuka gereja, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan satwa liar di Tanah Papua. Ia menilai pembangunan yang tidak terkendali telah merusak habitat alami burung cenderawasih, kasuari, dan berbagai satwa endemik lainnya.
“Mari kita cintai hutan kita, jaga hutan kita, supaya hutan menjaga kita. Kalau hutan gundul, air kering, dan kita yang susah,” ujarnya penuh keprihatinan.
Menurut Obet, perburuan dan perdagangan satwa liar yang terus terjadi membuat banyak spesies burung langka menghilang dari alam Papua. Ia mendesak Dinas Kehutanan di seluruh wilayah Papua untuk menertibkan kawasan hutan dan menetapkan zona lindung bagi habitat satwa endemik.
“Pemerintah harus tegas mengatur mana hutan untuk kepentingan hidup umat manusia dan mana hutan yang harus dilindungi untuk satwa-satwa liar,” katanya.
Selain kepada pemerintah, Obet juga menyerukan peran gereja agar ikut mengedukasi umat tentang pentingnya menjaga ciptaan Tuhan.
“Pemimpin gereja harus ikut mengingatkan umat bahwa semua makhluk ciptaan Tuhan ingin hidup di dalam damai dan keseimbangan alam,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan generasi Papua. Dengan melindungi hutan dan satwa, masyarakat akan tetap memiliki sumber air dan udara bersih untuk kehidupan yang berkelanjutan.
“Kalau hutan kita jaga, hutan akan melindungi kita. Akar-akar pohon itu menahan air dan memberkati sungai-sungai di tanah kita,” kata Obet menutup seruannya.(red)
