MANOKWARI, PinFunPapua.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, dalam menggunakan petasan serta meriam bambu atau spirtus. Kendati kerap dianggap sebagai bagian dari tradisi untuk memeriahkan suasana perayaan, penggunaan bahan peledak dan peralatan tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan warga apabila tidak dilakukan dengan bijak.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombespol Benny Ady Prabowo, S.I.K., menegaskan bahwa tradisi tersebut sejatinya memiliki tujuan positif untuk menambah kemeriahan perayaan Nataru. Namun, potensi risiko seperti cedera akibat ledakan atau kesalahan arah letupan menjadi perhatian utama pihak kepolisian.
“Sebetulnya tradisi itu baik, namun dapat mencederai apabila salah sasaran sehingga ada yang terluka, walaupun mungkin tidak sampai fatal. Kami mengimbau masyarakat agar saling menjaga,” ujar Benny.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar penggunaan meriam bambu atau spirtus tidak dijadikan ajang provokasi maupun adu kekuatan antarkelompok pemuda. Menurutnya, hal tersebut dapat memicu konflik sosial dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah Manokwari.
“Jangan digunakan sebagai ajang untuk adu kekuatan yang nantinya menimbulkan korban. Akan lebih baik apabila permainan tersebut tidak lagi digunakan apabila membahayakan keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Polda Papua Barat berharap seluruh masyarakat dapat menahan diri serta mengutamakan keselamatan bersama selama masa perayaan Nataru, sehingga suasana tetap kondusif dan perayaan dapat berlangsung aman dan damai.
(JN)
