MANOKWARI, PinFunPapua.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Daerah Pemilihan Teluk Bintuni, Agustinus Orocomna, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., atas kepeduliannya terhadap masyarakat Moskona, khususnya warga Distrik Moskona Utara yang hingga kini masih mengungsi akibat konflik keamanan antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat TNI–Polri.
Apresiasi tersebut, menurut Agustinus, disampaikan baik secara pribadi sebagai anak adat Moskona dan Teluk Bintuni, maupun secara kelembagaan sebagai wakil rakyat di DPR Papua Barat. Ia menilai kepedulian dan langkah nyata yang dilakukan oleh Filep Wamafma mencerminkan kepekaan serta hati nurani untuk melihat langsung penderitaan masyarakat yang terdampak konflik.
“Beliau memiliki hati untuk melihat masyarakat yang terdampak konflik, terutama masyarakat Moskona Utara yang hingga saat ini masih mengungsi dan belum berani kembali ke kampung halaman,” ujar Agustinus.
Lebih lanjut, Agustinus menilai bahwa kepedulian Senator Filep Wamafma dapat menjadi motivasi dan contoh bagi semua pihak, khususnya para pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dan kemampuan lebih. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama dalam menyelesaikan persoalan pengungsi dan konflik keamanan tetap berada pada pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurutnya, penyelesaian persoalan di wilayah konflik tidak cukup hanya dengan penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi harus disertai dengan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk menyentuh akar permasalahan.
“Persoalan ini sebenarnya tidak terlalu rumit jika negara benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.
Agustinus menjelaskan bahwa kehadiran negara secara nyata akan memungkinkan masyarakat kembali berkebun, anak-anak dapat kembali bersekolah, serta pelayanan kesehatan dan keagamaan dapat berjalan normal. Ia menekankan bahwa tolok ukur kedamaian dan keamanan di wilayah Moskona adalah terwujudnya pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan di wilayah Moskona Barat dan Moskona Utara. Menurutnya, Distrik Moskona Barat hingga kini belum tersentuh pembangunan secara maksimal, meskipun wilayah tersebut tergolong daerah rawan konflik. Sementara itu, di Distrik Moskona Utara, Jembatan Meyos yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak menjadi bagian dari negara, sehingga mereka mudah dipengaruhi oleh provokator dari luar,” ujarnya.
Agustinus berharap pemerintah daerah, melalui Gubernur Papua Barat dan Bupati Teluk Bintuni, segera membuka akses pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan jalan. Dengan infrastruktur yang memadai, ia meyakini pelayanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan tenang.
Terkait kondisi para pengungsi, Agustinus mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah diberikan melalui Dinas Sosial. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan ini dalam sidang paripurna DPR Papua Barat, namun belum mendapatkan respons yang serius dari Gubernur Papua Barat.
Saat ini, seluruh penduduk dari sekitar lima kampung di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh masih mengungsi di wilayah perkotaan dan belum ada satu pun yang berani kembali ke kampung halaman. Mereka terpaksa merayakan Natal di kota dalam suasana keprihatinan, meskipun tetap menjaga kerukunan dan persatuan sebagai sesama masyarakat Moskona.
“Bantuan yang ada saat ini kami anggap sebagai kado Natal agar mereka bisa bertahan hidup di kota. Namun harapan utama kami adalah kehadiran negara secara langsung di lapangan untuk memulihkan kondisi, sehingga masyarakat bisa segera kembali ke kampung dan hidup normal seperti sediakala,” pungkas Agustinus.
(JN)
