FAKFAK,PinFunPapua.com – Aliansi Pemerhati Sepak Bola Kabupaten Fakfak menyatakan sikap tegas tidak menerima langkah Pelaksana Tugas (Plt) ASKAB PSSI Kabupaten Fakfak yang tetap mendorong pelaksanaan Kongres ASKAB tanpa didahului pembenahan internal organisasi secara menyeluruh.
Ketua Aliansi Pemerhati Sepak Bola Kabupaten Fakfak, Dahlan Namudat, menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan sepak bola di Kabupaten Fakfak, bukan didorong oleh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurut Dahlan, kongres seharusnya menjadi tahapan akhir dari proses perbaikan organisasi, bukan dilaksanakan ketika masih terdapat berbagai persoalan mendasar di tubuh ASKAB PSSI Fakfak.
“Kami tidak menolak kongres. Yang kami tolak adalah proses yang berjalan tanpa pembenahan internal terlebih dahulu. Sepak bola Fakfak tidak boleh dikelola secara tergesa-gesa dan tertutup,” tegasnya.
Aliansi menilai masih banyak hal yang harus diselesaikan sebelum kongres dilaksanakan. Persoalan tersebut mencakup transparansi organisasi, kejelasan legalitas ASKAB, pendataan dan status klub-klub sepak bola di Kabupaten Fakfak, serta mekanisme pembinaan dan penjaringan kepengurusan yang harus sesuai dengan Statuta PSSI Tahun 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI Tahun 2025.

Selain itu, Aliansi juga mendesak Plt ASKAB PSSI Kabupaten Fakfak untuk segera menggelar pertemuan terbuka dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sepak bola. Pertemuan tersebut dinilai penting sebagai ruang dialog guna mencari solusi bersama serta melakukan pembenahan internal organisasi sebelum pelaksanaan kongres.
Meski menyampaikan penolakan, Aliansi memberikan apresiasi kepada Plt ASKAB Fakfak yang telah menunjukkan sikap terbuka dengan menunda pelaksanaan kongres. Penundaan tersebut dinilai sebagai langkah positif yang memberi kesempatan bagi semua pihak untuk duduk bersama dan memperbaiki tata kelola organisasi.
“Kami menghargai keputusan Plt ASKAB yang bersedia menunda kongres. Ini adalah momentum penting untuk menyelesaikan persoalan internal dan membangun fondasi organisasi yang sehat sebelum masuk ke tahapan kongres,” ujar Dahlan.
Aliansi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, khususnya Asisten I, yang telah hadir dan berperan aktif dalam forum tersebut untuk memberikan solusi serta mendorong perbaikan tata kelola ASKAB ke depan.
Menurut Aliansi, Pemerintah Daerah merupakan wadah sekaligus “orang tua” bagi seluruh elemen sepak bola di Kabupaten Fakfak. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan terus mengawal proses pembenahan organisasi agar berjalan secara baik, terbuka, dan bermartabat.
Aliansi menegaskan bahwa seluruh sikap dan langkah yang diambil semata-mata bertujuan untuk memastikan sepak bola Kabupaten Fakfak dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan mampu melahirkan prestasi di masa depan.(R.B)
