Kota Sorong,PinFunPapua.com – Bendahara Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Kota Sorong, Atika Nur Zakia, mendesak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Papua Barat Daya untuk bersikap transparan terkait pengelolaan dan pencairan dana hibah organisasi.
Desakan tersebut disampaikan Atika melalui rilis yang diterima media ini via WhatsApp, Sabtu (28/2/2026). Ia meminta Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Papua Barat Daya segera memberikan klarifikasi dan membuka data realisasi dana hibah yang diduga belum disalurkan hingga ke tingkat Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Komisariat (PK).
“Kami meminta PKC PMII Papua Barat Daya untuk segera memberikan klarifikasi dan membuka data terkait realisasi dana hibah tersebut. Hingga saat ini, kegiatan di tingkat bawah masih mengalami kesulitan operasional,” ujar Atika.
Menurutnya, dana hibah seharusnya menjadi penopang utama kegiatan kaderisasi dan program kerja organisasi di tingkat cabang dan komisariat. Namun, ia menilai alokasi anggaran tersebut belum dirasakan secara merata oleh struktur di akar rumput.
Atika menegaskan bahwa transparansi anggaran merupakan bentuk pertanggungjawaban moral pimpinan kepada kader. Jika dana hibah telah dicairkan oleh pemerintah provinsi tetapi belum didistribusikan secara proporsional, hal itu dinilai berpotensi menghambat jalannya roda organisasi.
“Dana hibah adalah amanah publik untuk kemajuan organisasi. Jangan sampai anggaran tersebut hanya berhenti di tingkat wilayah tanpa memberikan dampak nyata bagi komisariat sebagai ujung tombak perjuangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PKC PMII Papua Barat Daya belum memberikan keterangan resmi terkait desakan tersebut. Kader di tingkat cabang berharap segera digelar forum klarifikasi agar persoalan ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di internal organisasi. (Rls/R.B)
