Ketua Wilayah GP Ansor Papua Barat, Badarudin Heremba, Ajak Kader Jaga Persatuan di Provinsi Papua Barat (Foto/Dok: Risman Bauw).
MANOKWARI,PinFunPapua.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen kebangsaan bagi seluruh kader, khususnya di Papua Barat.
Ketua Wilayah GP Ansor Papua Barat, Badarudin Heremba, menegaskan bahwa sejak berdiri pada 24 April 1934, GP Ansor telah menjadi garda terdepan dalam membela agama, umat, dan bangsa.
“Hari ini kita merayakan perjalanan panjang GP Ansor yang telah menginjak usia 92 tahun. Di tanah Papua Barat yang kaya akan keberagaman budaya dan suku, peran Ansor menjadi semakin penting sebagai jembatan persatuan dan kerukunan,” ujarnya melalui keterangan via WhatsApp, Senin (27/4/2026).
Ia menekankan bahwa Papua Barat merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan wilayah serta merawat nilai-nilai kebhinekaan.

Menurutnya, semangat “Satu Barisan, Satu Komando” harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menolak segala bentuk intoleransi dan perpecahan, serta memperkuat persatuan demi Indonesia yang damai dan sejahtera.
Lebih lanjut, Badarudin menyebut bahwa di usia ke-92, GP Ansor dituntut untuk terus adaptif dan progresif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas anggota menjadi hal penting agar organisasi mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kita harus hadir memberi solusi, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun keamanan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader GP Ansor di Papua Barat untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pemersatu pemuda lintas latar belakang, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menciptakan kedamaian dan stabilitas sosial di Papua Barat.
Menutup pernyataannya, Badarudin mengajak seluruh kader menjadikan Harlah ke-92 sebagai momentum memperkuat soliditas dan loyalitas dalam berorganisasi.

“Menjadi kader Ansor bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian. Jadilah pemuda yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi pelopor kemajuan di tengah masyarakat,” pesannya.
Ia pun berharap GP Ansor Papua Barat ke depan semakin solid, maju, dan terus memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (Risman Bauw).
