FAKFAK,PinFunPapua.com – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menerjunkan sejumlah personel untuk mendukung pengamanan dan kelancaran prosesi pengantaran Arca Bunda Maria dari Kampung Sekru menuju Pulau Bonyum (Pulau Bone), Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (22/5/2026).
Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Fakfak dan diikuti ratusan umat Katolik dengan penuh kekhusyukan.
Sepanjang perjalanan, umat tampak mengikuti prosesi sambil mendaraskan doa dan Rosario sebagai bentuk penghormatan serta penghayatan iman. Nuansa persaudaraan, kebersamaan, dan semangat religius begitu terasa selama kegiatan berlangsung.
Dandim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, mengatakan peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua merupakan momen bersejarah yang memiliki nilai penting, tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga bagi masyarakat Fakfak sebagai salah satu wilayah bersejarah dalam perjalanan masuknya agama Katolik di Papua.
Menurutnya, prosesi pengantaran Arca Bunda Maria menjadi bagian dari napak tilas perjalanan iman yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan terus diwariskan lintas generasi.

Ia menegaskan, keterlibatan personel TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh rangkaian ibadat dan prosesi religius dapat berlangsung dengan lancar.
Pengamanan dilakukan mulai dari jalur keberangkatan di Kampung Sekru hingga proses pengantaran menuju Pulau Bonyum melalui Kampung Raduria, lokasi yang menjadi titik penyeberangan sebelum arca ditahtakan.
“Semoga perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua tahun ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penghormatan terhadap perjalanan panjang karya misi Gereja Katolik di Papua. Fakfak sebagai salah satu pusat sejarah awal penyebaran agama Katolik di Papua kembali menjadi saksi perjalanan spiritual umat yang terus menjaga warisan iman, budaya, persaudaraan, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama di Tanah Papua,” ujar Dandim.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan sinergi antara unsur keamanan, panitia, dan masyarakat dalam menjaga suasana damai selama pelaksanaan agenda keagamaan berskala besar di Kabupaten Fakfak.
Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua sendiri menjadi momentum untuk mengenang sejarah masuknya Gereja Katolik di Bumi Papua sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat. (Risman Bauw).
