Koordinator Seksi Transportasi Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Markus L. Sabarofek
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kesiapan transportasi udara dan laut menjadi salah satu fokus utama Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Koordinator Seksi Transportasi Pesparawi Nasional XIV, Markus L. Sabarofek, mengatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama berbagai pihak guna memastikan kelancaran mobilitas peserta dari seluruh Indonesia menuju Manokwari.
Menurutnya, mayoritas peserta akan datang secara mandiri menggunakan transportasi udara maupun laut. Oleh karena itu, panitia terus berupaya memperkuat kapasitas layanan transportasi yang tersedia.
“Berdasarkan hasil koordinasi bersama Ketua Umum Pesparawi Nasional, kesiapan transportasi udara terus dimatangkan. Para peserta pada prinsipnya akan datang secara mandiri, namun kami tetap melakukan berbagai upaya agar akses menuju Manokwari semakin mudah,” ujar Sabarofek, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa salah satu kebutuhan yang saat ini sedang diperjuangkan adalah penambahan frekuensi penerbangan menuju Manokwari selama masa pelaksanaan Pesparawi.
Permintaan tersebut akan disampaikan kepada maskapai penerbangan agar dapat menambah jadwal operasional di luar jadwal reguler apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang menjelang dan selama pelaksanaan kegiatan.
Menurut Sabarofek, peluang penambahan penerbangan cukup terbuka setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari.
“Dua minggu lalu kami sudah berkoordinasi dengan Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari. Ada rencana penambahan jadwal penerbangan Wings Air untuk melayani rute Manokwari–Sorong pulang pergi secara reguler. Kita berharap realisasi tambahan penerbangan tersebut dapat terlaksana dalam waktu dekat,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam konektivitas penerbangan di wilayah Papua Barat, khususnya untuk rute Manokwari–Fakfak.
Menurutnya, hingga saat ini Fakfak menjadi satu-satunya daerah di Papua Barat yang belum terhubung secara optimal dengan Manokwari melalui jalur penerbangan.

“Saat ini konektivitas udara di Papua Barat sudah cukup baik. Kaimana sudah terhubung, tetapi rute Manokwari–Fakfak masih menjadi perhatian karena belum terintegrasi secara maksimal. Ini yang sedang kami upayakan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, untuk transportasi laut, Sabarofek memastikan bahwa kesiapan armada kapal penumpang sudah berada dalam kondisi aman dan memadai.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PT Pelni, akan tersedia empat kapal yang melayani kebutuhan transportasi peserta menuju Manokwari.
Dari jumlah tersebut, tiga kapal akan tetap beroperasi sesuai jadwal reguler, sedangkan satu kapal tambahan akan dialihkan dari rute utamanya untuk memberikan dukungan khusus terhadap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
“Kami sangat bersyukur karena Pelni memberikan dukungan penuh. Selain tiga kapal reguler, akan ada satu kapal tambahan yang dialihkan dari rute utamanya untuk melayani para peserta Pesparawi yang datang ke Manokwari,” ungkapnya.
Penambahan armada laut tersebut dinilai sangat strategis, terutama bagi peserta yang berasal dari wilayah pesisir dan kepulauan di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan transportasi laut dan udara yang semakin diperkuat, panitia optimistis mobilisasi peserta menuju Manokwari dapat berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Sabarofek menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen panitia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
“Kami terus bekerja agar seluruh kebutuhan transportasi dapat terpenuhi dengan baik. Hingga saat ini kesiapan seksi transportasi telah mencapai lebih dari 70 persen dan kami optimistis seluruh persiapan akan selesai tepat waktu sebelum pelaksanaan kegiatan,” tandasnya. (red)
