FAKFAK,PinFunPapua.com – Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat mewarnai prosesi adat dan doa syukur pemasangan Anjungan Laut UBA dan UBB di Kampung Tafer, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, TNI-Polri, dan pihak perusahaan dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Prosesi yang dipimpin Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., turut dihadiri Komandan Kodim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., unsur Forkopimda, Raja Petuanan Arguni Hanafi Paus Paus, tokoh adat, tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, perwakilan BP, serta sekitar 50 peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyampaikan apresiasi kepada Raja Arguni beserta masyarakat adat yang terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal melalui prosesi adat sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan. Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek strategis tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh persatuan, dialog, dan dukungan masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan, serta memanjatkan doa agar proses pemasangan Anjungan Laut UBA dan UBB berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Fakfak.
Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Wahlin Rahman, menegaskan bahwa TNI AD melalui Kodim 1803/Fakfak siap mendukung setiap program pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat, budaya, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kodim 1803/Fakfak berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap kehadiran proyek ini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Fakfak,” tegas Dandim.
Menurutnya, keamanan dan stabilitas daerah merupakan modal utama bagi keberhasilan pembangunan. Karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pihak perusahaan harus terus diperkuat agar setiap program strategis dapat berjalan sesuai harapan bersama.
Sementara itu, Raja Petuanan Arguni, Hanafi Paus Paus, berharap pemasangan Anjungan Laut UBA dan UBB membawa manfaat besar bagi masyarakat Petuanan Arguni, Petuanan Airbuni, serta seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pembangunan yang memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Prosesi adat yang mengiringi pemasangan Anjungan Laut UBA dan UBB menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya. Sinergi yang terjalin diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan pembangunan berkelanjutan sekaligus mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Fakfak.
“Pembangunan yang kuat bukan hanya dibangun dengan teknologi dan investasi, tetapi juga dengan persatuan, penghormatan terhadap adat, serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian. Ketika budaya dihormati dan kebersamaan dijaga, maka kemajuan akan menjadi milik semua.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
