MANOKWARI,PinFunPapua.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional berlangsung secara ketat dan transparan.
Dari tiga pasang calon yang dikirim ke Jakarta, hanya dua orang yang dinyatakan lolos untuk mewakili Papua Barat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Papua Barat, Theodorus Kawer, mengatakan seluruh peserta harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang dilakukan langsung oleh panitia pusat tanpa campur tangan pemerintah daerah.
“Panitia nasional melaksanakan seleksi yang sangat ketat, mulai dari parade, pemeriksaan intelijen, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesehatan, hingga wawancara. Mekanisme seleksinya sama seperti yang dilakukan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” kata Theodorus kepada wartawan di Manokwari.
Menurut dia, proses seleksi kini menggunakan sistem berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan panitia nasional sehingga seluruh tahapan dapat dipantau secara langsung dan berlangsung secara terbuka.
“Tes seleksi menggunakan aplikasi yang transparan dan dipantau langsung oleh panitia nasional. Karena itu, peserta yang terpilih benar-benar merupakan yang terbaik berdasarkan hasil penilaian,” ujarnya.
Theodorus menjelaskan, Papua Barat sebelumnya mengirim tiga pasang calon Paskibraka ke Jakarta. Namun, setelah mengikuti seleksi selama sekitar satu pekan, panitia pusat hanya menetapkan satu putra dan satu putri sebagai wakil Papua Barat.
“Kami mengirim tiga pasang calon, tetapi yang diterima hanya dua orang. Penentuan kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi nasional, bukan pemerintah provinsi,” katanya.
Ia menegaskan Kesbangpol Papua Barat tidak memiliki kewenangan mengintervensi hasil seleksi karena seluruh keputusan berada di tangan panitia pusat.
“Kami hanya memfasilitasi dan mengirim peserta hasil seleksi dari daerah. Semua keputusan ditentukan oleh panitia nasional,” tegasnya.
Theodorus menjelaskan, proses penjaringan calon Paskibraka tingkat provinsi juga mengikuti mekanisme yang ketat. Pemerintah provinsi hanya menerima peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi di tingkat kabupaten dan kota melalui sistem aplikasi.
“Kami tidak bisa melangkahi proses seleksi di kabupaten. Setelah daerah memasukkan hasil seleksi ke dalam aplikasi, barulah provinsi melakukan pemanggilan peserta dari tujuh kabupaten di Papua Barat,” ujarnya.
Namun, pada tahun ini hanya tiga daerah yang mampu mengirimkan peserta, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Fakfak. Sementara empat kabupaten lainnya tidak melaksanakan seleksi karena keterbatasan anggaran.
“Kabupaten lain terkendala efisiensi anggaran sehingga tidak dapat mengirimkan satu pasang peserta. Salah satu kendalanya adalah biaya perjalanan selama mengikuti seleksi di Manokwari,” jelasnya.
Sebelum diberangkatkan ke tingkat nasional, seluruh peserta juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara lengkap di rumah sakit provinsi sebagai bagian dari tahapan seleksi. Ini berbeda dengan di tingkat kabupaten yang umumnya hanya menggunakan surat rekomendasi kesehatan,” katanya.
Untuk Paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026, sebanyak 101 pelajar mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, 38 orang dinyatakan lolos dan akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat provinsi.
Para peserta berasal dari Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Fakfak, dan Pegunungan Arfak. Mereka dijadwalkan memasuki pemusatan pendidikan dan pelatihan mulai 20 Juli hingga 18 Agustus 2026 di bawah pembinaan pelatih dari TNI.
Theodorus menambahkan, pihaknya sebenarnya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh pemerintah kabupaten sejak Maret 2026 agar mempersiapkan seleksi Paskibraka. Namun, keterbatasan anggaran membuat tidak semua daerah dapat melaksanakan tahapan seleksi sesuai jadwal.
(Jurnalis : Dhy).
