FAKFAK,PinFunPapua.com – Komitmen membangun pemerintahan kampung yang partisipatif terus diperkuat melalui budaya musyawarah. Dalam rangka mendukung tugas pembinaan teritorial sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak, Sertu Taher Kutanggas, menghadiri kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat Kampung Nemewikarya di Balai Kampung Nemewikarya, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana penerapan Peraturan Kampung (Perkam) yang akan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat di Kampung Nemewikarya.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kampung hadir untuk menyampaikan pandangan, saran, dan masukan agar peraturan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam kesempatan itu, Sertu Taher Kutanggas menegaskan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pemerintah kampung dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, komunikasi sosial menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memastikan setiap program pembangunan berjalan dengan dukungan warga.
“Komsos menjadi wadah untuk mempererat hubungan Babinsa dengan masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah kampung yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan ketertiban warga,” ujar Sertu Taher Kutanggas.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah peraturan kampung tidak hanya ditentukan oleh isi regulasinya, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sejak proses penyusunannya. Dengan demikian, setiap kebijakan yang lahir akan lebih mudah dipahami, diterima, dan dilaksanakan secara bersama-sama.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan mengemuka sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk menyempurnakan substansi Peraturan Kampung. Seluruh masukan diharapkan menjadi landasan dalam menghadirkan regulasi yang adil, aspiratif, dan mampu mendukung pembangunan kampung secara berkelanjutan.
Sementara itu, para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah kampung dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis melalui penerapan peraturan yang disusun secara demokratis.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Sinergi antara Babinsa, pemerintah kampung, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mempercepat pembangunan di Kampung Nemewikarya.
Melalui kegiatan Komunikasi Sosial ini, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin kuat, sehingga setiap kebijakan maupun program pembangunan dapat terlaksana secara efektif, partisipatif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.
“Musyawarah adalah kekuatan sebuah kampung. Ketika masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan bersama-sama menentukan arah kebijakan, maka persatuan akan terjaga dan pembangunan akan berjalan lebih kokoh demi kesejahteraan bersama.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
