Tim Pemekaran Kabupaten Manokwari Barat bersama sejumlah tokoh masyarakat menemui Bupati Manokwari Hermus Indou di ruang kerjanya untuk meminta dukungan pemerintah daerah terhadap rencana pembentukan Kabupaten Manokwari Barat.
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Tim Pemekaran Kabupaten Manokwari Barat bersama sejumlah tokoh masyarakat menemui Bupati Manokwari Hermus Indou di ruang kerjanya untuk meminta dukungan pemerintah daerah terhadap rencana pembentukan Kabupaten Manokwari Barat.
Pertemuan tersebut melibatkan Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Pdt. Lukas Saroy, M.Th., Anggota DPRK Kabupaten Manokwari Yahya Memefee, Ketua Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas) Papua Barat Andarias Arupi, serta Ketua Tim Pemekaran Manokwari Barat Niko Manim.
Mereka didampingi Simeon Waramui, Menahem Wariki, dan sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini terlibat dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Manokwari Barat.
Pdt. Lukas Saroy mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang beredar di media mengenai rencana pembentukan sejumlah daerah otonomi baru (DOB), termasuk Kabupaten Manokwari Barat.
Menurut Lukas, kehadiran MRPB, DPRK Manokwari, Forkonas Papua Barat, tim pemekaran, dan tokoh masyarakat merupakan bentuk keseriusan bersama untuk memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap proses pembentukan Kabupaten Manokwari Barat.
“Intinya, tokoh masyarakat dan tim pemekaran yang didampingi kami dari MRPB, DPRK Manokwari, dan Ketua Forkonas Papua Barat mendatangi kantor Bupati Manokwari untuk bertemu langsung dengan Bupati,” ujar Lukas.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mendukung proses persiapan pembentukan Kabupaten Manokwari Barat.
Lukas menyebut dukungan tersebut menjadi penting karena Manokwari Barat telah masuk dalam Ampres atau Amanat Presiden yang berkaitan dengan rencana pembentukan daerah otonomi baru.
“Bupati hari ini telah menyampaikan siap mendukung adanya pemekaran Manokwari Barat. Manokwari Barat sudah masuk dalam Ampres, sehingga kami datang untuk meminta kepastian dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manokwari,” katanya.
Menurutnya, pertemuan dengan Bupati Manokwari tidak hanya membahas dukungan secara politik, tetapi juga memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mendorong berbagai tahapan yang diperlukan menuju terbentuknya Kabupaten Manokwari Barat.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manokwari pada prinsipnya siap mendorong dan mendukung persiapan terbentuknya kabupaten pemekaran tersebut.
“Kami meminta dukungan dan kepastian dari Pemerintah Kabupaten Manokwari. Pada intinya, pemerintah kabupaten siap mendorong dan mendukung persiapan terbentuknya Kabupaten Manokwari Barat,” jelasnya.
Lukas menilai dukungan dari pemerintah kabupaten, lembaga representasi masyarakat, DPRK, serta tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal proses pemekaran agar dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan, perjuangan pembentukan Manokwari Barat juga diharapkan dapat menjadi salah satu jalan keluar terhadap persoalan batas wilayah dan kepentingan pemerintahan yang selama ini berkaitan dengan dua kabupaten dan dua provinsi.
“Kami dari MRPB bersama DPRK dan tim pemekaran Manokwari Barat berharap untuk menyelesaikan konflik antara dua kabupaten dan dua provinsi, Manokwari Barat adalah salah satu solusinya,” ujar Lukas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Manokwari Barat tidak terlepas dari keberadaan masyarakat adat dan suku-suku yang mendiami wilayah tersebut. Menurut dia, masyarakat adat Arfak merupakan salah satu kelompok masyarakat besar yang berada dalam wilayah yang diusulkan sebagai Kabupaten Manokwari Barat.
Karena itu, ia berharap proses pemekaran dapat memperhatikan kepentingan masyarakat adat, pembangunan daerah, pelayanan pemerintahan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lukas juga berharap dukungan Bupati Manokwari dapat berlanjut dalam forum yang akan dilaksanakan oleh Forkonas Papua Barat pada 29 dan 30 mendatang. Kehadiran pemerintah daerah dalam forum tersebut dinilai penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, tim pemekaran, serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pembentukan Manokwari Barat.
Menurutnya, perjuangan pembentukan daerah otonomi baru membutuhkan dukungan berbagai pihak dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manokwari, tim pemekaran berharap tahapan persiapan pembentukan Kabupaten Manokwari Barat dapat terus berjalan.
Pertemuan antara tim pemekaran dan Bupati Manokwari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait pembentukan Kabupaten Manokwari Barat.
Tim pemekaran bersama MRPB, DPRK Manokwari, Forkonas Papua Barat, dan tokoh masyarakat selanjutnya akan terus melakukan koordinasi serta mendorong agar proses pembentukan Manokwari Barat dapat berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Manokwari dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, perjuangan pembentukan Kabupaten Manokwari Barat diharapkan tidak hanya menjadi pemekaran administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan, pemerataan pembangunan, dan penyelesaian persoalan kewilayahan di wilayah tersebut. (red)
