Oleh : Koce Watimena, S.Pd.
TELUK BINTUNI,PinFunPapua.com- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Ikatan Pemuda Maluku (IPEMAL) Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2026, berbagai harapan mulai disuarakan oleh elemen pemuda Maluku di Tanah Sisar Matiti.
Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, Musda harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, regenerasi, sekaligus merumuskan kembali arah perjuangan pemuda Maluku agar keberadaannya semakin dirasakan, baik oleh anggotanya maupun oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Harapan tersebut salah satunya datang dari tokoh perempuan Maluku, Koce Watimena, S.Pd. Menurutnya, Musda III IPEMAL harus mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang menjawab tantangan organisasi sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda Maluku untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.
Konsolidasi dan Regenerasi Harus Menjadi Prioritas
Musda harus mampu melahirkan kepengurusan yang solid, inklusif, responsif dan memiliki komitmen yang kuat terhadap kemajuan organisasi.
Regenerasi tidak boleh dimaknai sekadar mengganti orang lama dengan orang baru. Regenerasi harus menjadi proses menghadirkan kepemimpinan yang mampu membaca perubahan zaman, merangkul seluruh elemen pemuda Maluku dan bekerja berdasarkan kepentingan organisasi, bukan kepentingan kelompok maupun pribadi.
Karena itu, kepengurusan IPEMAL ke depan harus memiliki energi baru, gagasan baru dan keberanian untuk membawa organisasi keluar dari rutinitas menuju kerja-kerja nyata.
Tata Kelola Organisasi Harus Diperkuat
IPEMAL juga membutuhkan tata kelola organisasi yang lebih tertib, transparan dan terukur.
Program kerja yang disusun jangan berhenti pada dokumen Musda. Setiap program harus memiliki target, manfaat dan ukuran keberhasilan yang jelas serta benar-benar menyentuh kebutuhan pemuda Maluku di Kabupaten Teluk Bintuni.
Organisasi pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tantangan pemuda hari ini berbeda dengan masa lalu. Karena itu, IPEMAL harus mampu menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh dan ruang berkontribusi bagi generasi muda Maluku.
Pela Gandong Jangan Hanya Menjadi Slogan
Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana IPEMAL merawat persaudaraan dan persatuan pemuda Maluku di tanah rantau.
Semangat Pela Gandong harus terus hidup dalam setiap gerak organisasi. Pemuda Maluku, dari ujung Halmahera sampai Tenggara Jauh, adalah bagian dari satu ikatan kultural dan sejarah Maluku yang tidak semestinya dipisahkan hanya karena perbedaan batas administratif pemerintahan antara Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Perbedaan administratif tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan.
Justru di tanah rantau seperti Teluk Bintuni, semangat persatuan itu harus semakin kuat. IPEMAL harus menjadi rumah bersama bagi pemuda Maluku, tempat semua perbedaan dihargai dan seluruh potensi disatukan untuk tujuan yang lebih besar.
Pemuda Maluku Harus Menjadi Perekat Kebinekaan
Teluk Bintuni adalah daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama dan budaya yang beragam. Dalam kondisi seperti ini, pemuda memiliki peran penting sebagai kekuatan sosial yang mampu menjaga persatuan dan keharmonisan.
Pemuda Maluku harus berada di garis depan dalam merawat toleransi, menjaga hubungan antarsesama dan ikut menciptakan suasana yang aman serta kondusif.
Kehadiran IPEMAL jangan hanya terlihat ketika ada kegiatan internal organisasi. Lebih dari itu, IPEMAL harus mampu menunjukkan bahwa pemuda Maluku merupakan bagian penting dari kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
IPEMAL Harus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah
Pemuda Maluku juga harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.
Mitra strategis bukan berarti selalu berada dalam posisi mendukung tanpa kritik. Pemuda justru harus mampu memberikan kritik yang konstruktif, masukan yang objektif dan gagasan yang solutif terhadap berbagai kebijakan pembangunan daerah.
IPEMAL dapat mengambil peran dalam mengawal program kemasyarakatan, mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta ikut memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri.
Pemberdayaan Ekonomi dan SDM Harus Nyata
Musda juga harus mampu melahirkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi pemuda.
Pelatihan keterampilan, kewirausahaan, literasi digital, pengembangan kapasitas serta berbagai program peningkatan kompetensi harus menjadi perhatian serius.
Pemuda Maluku di Teluk Bintuni harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada.
Sebab, organisasi pemuda yang kuat bukan hanya diukur dari besarnya jumlah anggota atau ramainya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada anggotanya dan masyarakat.
Musda III Harus Menjadi Titik Balik
Karena itu, saya berharap seluruh pemuda Maluku di Kabupaten Teluk Bintuni dapat bersatu menyukseskan Musyawarah Daerah III IPEMAL Tahun 2026 sebagai sebuah pesta demokrasi organisasi sekaligus momentum kebangkitan pemuda Maluku.
Kami mendukung langkah-langkah menuju Musda yang telah ditetapkan oleh Ketua IPEMAL dan jajaran pengurus saat ini, bersama Panitia Pelaksana serta Steering Committee.
Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Musda berjalan dengan baik, demokratis, tertib dan menghasilkan keputusan yang benar-benar menjawab kebutuhan organisasi.
Jangan jadikan Musda sebagai arena mempertajam perbedaan. Jadikan Musda sebagai ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat persaudaraan dan menegaskan kembali peran pemuda Maluku di Kabupaten Teluk Bintuni.
Pada akhirnya, yang harus menang bukan kelompok tertentu, bukan kepentingan pribadi dan bukan ambisi jabatan.
Yang harus menang adalah persatuan pemuda Maluku dan masa depan organisasi.
Dari Tanah Sisar Matiti, mari kita rawat persaudaraan, kita kuatkan organisasi dan kita hadirkan kontribusi nyata bagi daerah.
Satu Maluku, satu pemuda Maluku, untuk Bintuni yang maju dan sejahtera.
(Jurnalis : Risman Bauw).
