FAKFAK,PinFunPapua.com – Geliat olahraga futsal di Kabupaten Fakfak kembali bergairah. Sebanyak 84 tim dipastikan ambil bagian dalam Open Turnamen Futsal Bupati Cup Fakfak 2026 yang mulai bergulir pada Senin, 5 Oktober 2026, di GOR Krapangit Gewab.
Turnamen ini tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Kehadiran puluhan tim, termasuk keterlibatan tim putri, menjadi gambaran semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga futsal di Kabupaten Fakfak.
Ketua Panitia Open Turnamen Futsal Bupati Cup Fakfak 2026, Siti Hajar Uswanas, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan telah dimatangkan. Panitia kini memastikan seluruh rangkaian pembukaan hingga pertandingan dapat berjalan sesuai jadwal.
Seremoni pembukaan dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIT dan dibuka langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan. Setelah seremoni pembukaan, pertandingan perdana langsung dimainkan sebagai tanda dimulainya persaingan Bupati Cup Fakfak 2026.
“Kick off kita jadwalkan Senin, 5 Oktober 2026. Setelah ceremony pembukaan pukul 16.00 WIT, langsung dilanjutkan dengan pertandingan perdana,” ujar Siti Hajar.
Pada laga pembuka, OIRANG akan berhadapan dengan ALL STAR. Pertandingan ini menjadi pintu awal bagi 84 tim untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi yang diprediksi berlangsung sengit.
Laga berikutnya mempertemukan Domino melawan All Star 2. Dua pertandingan tersebut menjadi awal dari rangkaian panjang kompetisi yang akan berlangsung di GOR Krapangit Gewab.
84 Tim, Termasuk 11 Tim Putri
Panitia mencatat, dari total 84 tim yang ambil bagian, 73 merupakan tim putra dan 11 tim putri.
Keterlibatan tim putri menjadi salah satu warna penting dalam turnamen tahun ini. Bukan hanya menambah semarak kompetisi, tetapi juga menunjukkan bahwa perkembangan futsal di Fakfak mulai memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet perempuan untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuan.
Bupati Cup 2026 juga diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi untuk mencari juara. Turnamen ini diarahkan menjadi ruang silaturahmi, mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi lahirnya talenta-talenta baru dari Kabupaten Fakfak.
“Yang paling penting adalah junjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah itu biasa dalam pertandingan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” kata Siti Hajar.
Panitia juga mengingatkan seluruh pemain, official, dan suporter untuk mematuhi regulasi pertandingan serta menghormati setiap keputusan perangkat pertandingan.
Sebab, panasnya persaingan di lapangan tidak boleh memutus hubungan persaudaraan di luar lapangan.
“Pertandingan boleh keras, persaingan boleh ketat, tetapi rasa hormat harus tetap menjadi pemenang.”
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kompetisi yang melibatkan puluhan tim dan ratusan pemain. Bagi panitia, keberhasilan sebuah turnamen bukan hanya ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga bagaimana seluruh peserta mampu menjaga sportivitas, keamanan dan persaudaraan hingga pertandingan terakhir.
Hari Kedua, Persaingan Kembali Memanas
Memasuki hari kedua, pertandingan dijadwalkan kembali berlangsung mulai pukul 14.00 WIT.
Sejumlah pertandingan dari Grup B hingga Grup E telah disiapkan. Pada Grup B, Putra Bahari akan menghadapi Lamunan Jr pada pukul 14.00 WIT.
Selanjutnya, Grup C mempertemukan BFC vs LBS pada pukul 15.00 WIT, disusul pertandingan Twank vs Tanjung Belek pada pukul 16.00 WIT.
Memasuki pertandingan malam, persaingan berlanjut di Grup D. War Swam dijadwalkan menghadapi Otewe pada pukul 19.00 WIT.
Kemudian Grup E mempertemukan Nuri Reborn vs Alengka pada pukul 20.00 WIT, sebelum ditutup pertandingan Amer Merapi vs Tribuana pada pukul 21.00 WIT.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 84 tim, Bupati Cup Fakfak 2026 diperkirakan menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan futsal di daerah tersebut.
Panitia berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar, sekaligus memberikan tontonan olahraga yang menarik bagi masyarakat Fakfak.
Pada akhirnya, sebuah turnamen bukan hanya tentang siapa yang paling kuat mencetak gol, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga karakter, menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan kepala tegak.
Karena trofi hanya diberikan kepada satu juara, tetapi sportivitas dan persaudaraan adalah kemenangan yang dapat dimiliki semua orang.
(Jurnalis : Risman Bauw).
