MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.
Kepala Puskesmas Wosi, Selfiana Safkaur, S.Tr.Keb., mengatakan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA mencapai sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Untuk peningkatan ISPA hampir 30 hingga 40 persen. Yang paling banyak adalah anak-anak dan lansia,” kata Selfiana di Manokwari, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi udara Manokwari yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pihak Puskesmas Wosi telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya dengan membagikan masker kepada pasien yang datang berobat.
“Sehingga kami di Puskesmas sudah mengantisipasi dengan memberikan masker kepada pasien yang datang. Terutama diprioritaskan ibu hamil, anak, balita serta lansia,” ujarnya.
Selfiana menjelaskan, pasien yang mengalami ISPA mendapatkan penanganan langsung dari dokter dan tim medis di Puskesmas Wosi.
“Untuk penanganan ISPA sendiri langkahnya adalah melakukan pengobatan karena ada dokter dan tim yang langsung menangani pasien,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga Kelurahan Wosi, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kualitas udara masih terganggu akibat asap.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
“Imbauan kepada masyarakat di Kelurahan Wosi untuk tetap menjaga kesehatan. Terutama kalau keluar masuk, jangan lupa menggunakan masker karena masker salah satu pencegahan polusi udara, terutama asap yang sangat tinggi di Manokwari,” tutur Selfiana.
Menurutnya, paparan asap dan buruknya kualitas udara berpotensi menyebabkan peningkatan gangguan kesehatan, khususnya penyakit pernapasan.
Selfiana mengatakan, hingga saat ini Puskesmas Wosi belum menemukan peningkatan kasus diare di tengah kondisi tersebut.
“Kami bersyukur di antara ISPA itu tidak ada diare. Kalau ada diare, kami akan kesulitan,” katanya. (Jurnalis : Dhy).
