FAKFAK,PinFunPapua.com – Upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat terus diperkuat melalui peluncuran Samsat Payment Point di Distrik Bomberay dan Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Kamis (8/10/2026). Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memangkas kendala jarak, waktu, dan biaya yang selama ini dihadapi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.
Dalam sambutannya, Koordinator Pembina Samsat Provinsi Papua Barat yang juga menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa prinsip utama pelayanan Samsat adalah memberikan pelayanan prima dengan mendekatkan akses kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Menurutnya, kondisi geografis dan jarak tempuh menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Fakfak. Perjalanan dari Bomberay menuju kantor Samsat di pusat kota, misalnya, dapat memakan waktu sekitar tiga jam.
“Prinsip kami di Samsat adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin pelayanan semakin dekat sehingga masyarakat bisa mengaksesnya dengan lebih mudah,” ujar Arief.
Ia mencontohkan, masyarakat yang hanya hendak membayar pajak tahunan kendaraan bermotor dengan nominal sekitar Rp200 ribu bisa saja harus mengeluarkan biaya perjalanan yang lebih besar daripada pajak yang dibayarkan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dorong Pengembangan Layanan, Tak Hanya Pembayaran Pajak Tahunan
Arief menegaskan, peluncuran Samsat Payment Point bukanlah akhir dari upaya pembenahan pelayanan, melainkan langkah awal untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan administrasi kendaraan bermotor.
Ia juga meminta jajaran terkait, termasuk Satuan Lalu Lintas dan kepolisian di tingkat distrik, untuk berkoordinasi guna mengkaji pengembangan layanan Samsat pembantu di masa mendatang.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pelayanan yang lebih luas, tidak hanya untuk pembayaran pajak tahunan, tetapi juga layanan administrasi kendaraan lainnya sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku, seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), perubahan warna kendaraan, serta layanan berkala lima tahunan.
“Jangan sampai masyarakat harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan pelayanan. Karena itu, ke depan perlu kita pikirkan bagaimana pelayanan ini terus dikembangkan agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Arief menjelaskan, operasional Samsat Payment Point telah direncanakan dengan pembagian waktu pelayanan, yakni dua hari di Kokas dan tiga hari di Bomberay, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ia pun meminta para kapolsek, danramil, kepala distrik, serta unsur terkait lainnya untuk aktif menyosialisasikan keberadaan layanan ini agar masyarakat mengetahui jadwal operasional dan dapat memanfaatkannya secara optimal.
Kesadaran Pajak Jadi Kunci Pembangunan Daerah
Selain meningkatkan kemudahan pelayanan, Arief menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong kepatuhan pajak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, disertai sosialisasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan salah satu unsur pendukung pendapatan daerah yang dapat digunakan untuk menunjang pembangunan dan penyediaan fasilitas umum sesuai peruntukannya.
Karena itu, kemudahan akses pelayanan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan kewajiban perpajakan.
“Peran kita sebagai anggota Polri adalah mendukung program pemerintah dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik. Kami berharap payment point ini benar-benar dimanfaatkan sehingga tujuan pelayanan dan pembangunan daerah dapat tercapai,” ungkapnya.
Arief juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Fakfak, unsur Forkopimda, pemerintah distrik, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan peluncuran Samsat Payment Point di Bomberay dan Kokas.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan sesuai target Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Fakfak serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pelayanan Dekat, Pembangunan Menguat
Kehadiran Samsat Payment Point di Bomberay dan Kokas menjadi langkah untuk menjawab persoalan klasik pelayanan publik di wilayah dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Namun, keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari seremoni peluncuran, melainkan juga dari kemudahan akses, kepastian jadwal pelayanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Sebab, pelayanan publik yang baik bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi juga mampu mengurangi beban, menghemat waktu, dan memberikan kepastian bagi setiap warga.
“Pelayanan yang mendekatkan adalah pelayanan yang memanusiakan. Ketika akses dipermudah, kesadaran tumbuh, dan kewajiban dijalankan bersama, pembangunan daerah memiliki fondasi yang semakin kuat.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
