MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat pada Senin (12/10). Upacara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, dan dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, serta tamu undangan.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat di tujuh kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
Gubernur mengatakan, peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Momentum itu, menurutnya, menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan, mensyukuri hasil pembangunan, mengevaluasi berbagai kekurangan, serta memperbarui tekad bersama demi mewujudkan masa depan Papua Barat yang lebih baik.
Pembentukan provinsi ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat dan sejumlah daerah otonom lainnya. Proses pembentukan kemudian memperoleh momentum melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2003. Nama Provinsi Irian Jaya Barat selanjutnya berubah menjadi Provinsi Papua Barat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007.
Dalam sambutannya, Gubernur juga mengingatkan bahwa perkembangan Papua Barat merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat adat, pemerintah, tokoh agama, kaum perempuan, generasi muda, dan seluruh unsur masyarakat. Berbagai pihak telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah tersebut.
Ia mengajak masyarakat menghormati jasa para pendahulu dengan melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata, penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab, dan pembangunan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Gubernur turut mengajak seluruh komponen masyarakat menjadikan peringatan HUT sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan gotong royong. Jajaran pemerintah daerah, dunia usaha, investor, perguruan tinggi, peneliti, generasi muda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan masyarakat diharapkan bekerja bersama untuk membangun Papua Barat.
Menurutnya, keberagaman perlu dijaga dan dijadikan kekuatan untuk membangun daerah yang damai, inklusif, dan bermartabat. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan peringatan hari jadi tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga melangkah dari kebanggaan terhadap sejarah menuju kerja nyata, serta mewujudkan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat Papua Barat. (red)
