MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat menjadikan peringatan HUT ke-27 sebagai momentum untuk meninjau capaian dan tantangan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat dalam sambutannya pada upacara bendera yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Senin (12/10).
Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa pembangunan Papua Barat telah mencakup sejumlah bidang, antara lain infrastruktur, penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perekonomian, perlindungan lingkungan hidup, dan pelestarian budaya masyarakat.
Ia juga menyinggung perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya. Di sisi ekonomi, aktivitas usaha dan investasi dinilai turut membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah dan memperluas kesempatan kerja.
Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam di sektor energi, kehutanan, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Menurut Gubernur, potensi tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperkuat perekonomian daerah apabila dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur turut menyampaikan sejumlah indikator pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat pada 2025 tercatat sebesar 68,48, meningkat dibandingkan dengan 67,69 pada 2024. Tingkat kemiskinan disebut turun dari 21,09 persen pada 2024 menjadi 19,58 persen pada September 2025 dan 18,68 persen pada Maret 2026.
Sambutan itu juga mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,19 persen pada Mei 2026 serta rasio Gini sebesar 0,384 pada Maret 2026. Pertumbuhan ekonomi 2025 disebut mencapai 6,46 persen, sedangkan pada triwulan IV tahun yang sama tercatat sebesar 4,73 persen.
Gubernur menyatakan bahwa capaian tersebut patut disyukuri, tetapi tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berpuas diri. Angka-angka pembangunan, ujarnya, harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti meningkatnya akses anak terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang layak, perlindungan hak masyarakat adat, serta bertambahnya kesempatan kerja dan usaha.
Untuk mendukung tujuan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat menjalankan tiga program prioritas, yaitu Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif. Ketiganya diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Gubernur mengakui bahwa pemerataan pembangunan masih menghadapi tantangan. Kondisi geografis, keterbatasan konektivitas, kesenjangan akses terhadap pelayanan dasar, kemiskinan, pengangguran, dan belum meratanya kualitas sumber daya manusia masih memerlukan perhatian serius.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi. Pembangunan, menurutnya, berhasil apabila manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, terutama masyarakat adat, warga di kampung-kampung, kelompok rentan, dan generasi muda Papua Barat. (red)
