FAKFAK,PinFunPapua.com – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) III Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) Kabupaten Fakfak terus mematangkan persiapan pelaksanaan musyawarah sekaligus membuka ruang bagi putra-putri terbaik untuk maju sebagai bakal calon ketua periode mendatang.
Kini suda tercatat dua bakal calon telah mendaftarkan diri. Keduanya merupakan perwakilan dari Tanah Besar dan Gorom-Riun. Panitia kini berfokus pada tahapan administrasi, proses pendaftaran, serta persiapan teknis menuju pelaksanaan Musda III yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Ketua Panitia Musda III KKSBT Kabupaten Fakfak, Fauzan J. Tukuwain, menyampaikan hal tersebut kepada PinFunPapua.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (16/10/2026).
Fauzan menjelaskan, panitia telah membuka pendaftaran bakal calon ketua sejak 5 Oktober hingga 20 Oktober 2026. Selanjutnya, pelaksanaan agenda inti Musda III ditargetkan berlangsung pada 24 Oktober 2026, sesuai dengan waktu yang telah diberikan oleh para sesepuh dan tokoh adat.
“Untuk saat ini, kami sebagai panitia fokus mempersiapkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan Musda III KKSBT. Pendaftaran bakal calon sudah dibuka, dan sejauh ini sudah ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri, masing-masing dari Esiriun dan Goram-Riun,” ujar Fauzan.
Ia menegaskan, seluruh tahapan akan dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan Musda berjalan tertib, lancar, dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Menurutnya, Musda III bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan keluarga besar Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak.
Fauzan Berharap Ketua Terpilih Mampu Satukan Semua Kelompok
Fauzan berharap, melalui pelaksanaan Musda III, KKSBT dapat melahirkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi, menyatukan perbedaan, serta menghilangkan sekat-sekat yang selama ini berpotensi memisahkan anggota dalam kelompok-kelompok tertentu.
“Harapan saya, dengan terlaksananya Musda III dan terpilihnya ketua yang baru, semoga pemimpin tersebut mampu menyatukan seluruh organisasi, kelompok, dan keluarga besar KKSBT. Jangan lagi ada sekat antara kelompok A, B, C, maupun D. Kita semua adalah satu keluarga besar yang harus berjalan bersama,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan KKSBT ke depan harus dibangun di atas semangat persaudaraan, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Sebab, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh seberapa kuat seluruh anggotanya menjaga persatuan.
“Perbedaan pilihan dalam musyawarah adalah hal yang wajar. Namun, setelah proses selesai, kita harus kembali bersatu. Jangan sampai perbedaan pilihan justru merusak hubungan persaudaraan yang telah kita bangun selama ini,” tambahnya.
KKSBT Siap Bersinergi dengan Masyarakat Adat Fakfak
Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan KKSBT di Kabupaten Fakfak, baik keluarga besar yang berasal dari Seram Bagian Timur maupun saudara-saudara dari latar belakang daerah lainnya.
Menurutnya, KKSBT merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat Fakfak yang harus terus membangun hubungan harmonis dengan organisasi-organisasi kultural masyarakat lokal.
Karena itu, ia menegaskan bahwa KKSBT akan terus bersinergi dengan masyarakat adat dan organisasi kultural di Tanah Mbaham Matta, terutama dalam mendukung agenda pemerintah daerah serta menyukseskan berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, dan kemasyarakatan.
“Kami sangat menghargai seluruh partisipasi saudara-saudara, baik yang berasal dari Seram Bagian Timur maupun dari daerah lain. KKSBT akan selalu berupaya bersinergi dengan organisasi-organisasi kultur masyarakat lokal Fakfak untuk bersama-sama mendukung program pemerintah daerah dan menyukseskan berbagai kegiatan di Tanah Mbaham Matta,” tuturnya.
Musda Harus Menjadi Momentum Persatuan, Bukan Perpecahan
Musda III KKSBT Kabupaten Fakfak diharapkan menjadi titik penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen seluruh anggota untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Pemimpin yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu menjadi perekat, membuka ruang komunikasi, dan merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan.
“Pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang hanya mampu berdiri di depan, melainkan mereka yang mampu merangkul semua orang untuk berjalan bersama. Sebab, organisasi akan menjadi kuat bukan karena tidak memiliki perbedaan, tetapi karena mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan.”
Dengan semangat tersebut, Musda III KKSBT Kabupaten Fakfak diharapkan tidak sekadar melahirkan seorang ketua baru, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi persatuan, kebersamaan, dan kontribusi nyata keluarga besar KKSBT bagi masyarakat Kabupaten Fakfak, Tanah Mbaham Matta.
Diakhir penyampaiannya, Fauzan mengajak seluruh masyarakat seram bagian timur (SBT) yang ada di Fakfak, Mulai dari Karas pulau tiga hingga wamosan tanah rata untuk sama-sama sukseskan musda ke-III KKSBT di kabupaten Fakfak.
Bersatu dalam persaudaraan, bergerak dalam kebersamaan, dan bersinergi demi Fakfak yang harmonis.
(Jurnalis : Risman Bauw).
