FAKFAK,PinFunPapua.com – Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Fakfak serta persoalan keterbatasan akses air bersih, kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Komunitas Peduli Sesama (Kompedulisa) menyalurkan bantuan air minum kemasan dan masker medis kepada masyarakat RT 28 Pulau Panjang, Kelurahan Wagom, Kabupaten Fakfak, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kompedulisa membagikan 50 karton air minum kemasan merek Aqua serta masker medis jenis GEA Earloop kepada warga. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi udara berdebu akibat kabut asap, cuaca panas, serta keterbatasan akses air bersih.
Ketua Komunitas Peduli Sesama, Sulastri, S.Pd.I., mengatakan bahwa bantuan tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Menurutnya, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Fakfak, kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa prihatin, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya.
“Kami melihat kondisi Fakfak saat ini yang diselimuti kabut asap dan adanya persoalan kekeringan serta keterbatasan air bersih. Karena itu, kami memilih Pulau Panjang sebagai lokasi pertama untuk menyalurkan bantuan ” ujar Sulastri.
Ia juga menyoroti bahwa, menurut pengamatannya, Pulau Panjang masih jarang tersentuh bantuan. Karena itu, Kompedulisa ingin menjadikan kunjungan tersebut sebagai langkah awal untuk membangun kepedulian dan mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
“Kami menyadari bahwa mungkin masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian. Kami berharap kehadiran kami di Pulau Panjang dapat memberikan manfaat, sekaligus menjadi pengingat bahwa saudara-saudara kita di wilayah ini juga membutuhkan perhatian dan dukungan,” ungkapnya.
Sulastri: Jangan Tunggu Kaya Baru Berbagi
Sulastri menegaskan bahwa Kompedulisa lahir dari gagasan dan inisiatif bersama para ibu-ibu yang ingin membangun gerakan sosial secara mandiri. Komunitas tersebut, katanya, tidak bernaung di bawah organisasi lain, melainkan berdiri atas dasar kebersamaan dan semangat membantu sesama.
Ia menekankan bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlimpah. Menurutnya, ketulusan dan manfaat bagi penerima jauh lebih penting daripada besarnya bantuan yang diberikan.
“Jangan tunggu kita menjadi orang kaya baru kita berbagi. Berbagi itu biar kecil, yang penting kita ikhlas dan bantuan itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi semangat yang dipegang Kompedulisa dalam menjalankan kegiatan sosial. Bagi mereka, kepedulian bukan semata-mata tentang seberapa besar bantuan yang disalurkan, melainkan tentang kemauan untuk hadir, mendengar, dan meringankan beban orang lain.
Sulastri juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat, khususnya para ibu-ibu di Pulau Panjang, yang membutuhkan pendampingan atau memiliki kebutuhan sosial tertentu.

Ia berharap warga tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan mereka agar komunitas dapat berupaya membantu sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
“Kami berharap, apabila ada ibu-ibu atau masyarakat yang membutuhkan pendampingan maupun bantuan, silakan berkomunikasi dengan kami. Kami akan berusaha membantu sesuai kemampuan kami. Semoga bantuan yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Pulau Panjang,” katanya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada warga RT 28 Pulau Panjang yang telah menerima kedatangan rombongan dengan penuh antusias dan keramahan.
Imam Pulau Panjang Ungkap Persoalan Air Bersih
Sementara itu, Imam Pulau Panjang, Lukman Ohoiner, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kompedulisa atas bantuan air minum dan masker medis yang diberikan kepada masyarakat.
Menurut Lukman, persoalan akses air bersih menjadi salah satu tantangan yang dirasakan warga Pulau Panjang. Ia menyebutkan bahwa selama kurang lebih 30 tahun, masyarakat di wilayah tersebut menghadapi keterbatasan sumber mata air yang dekat dengan permukiman.
“Kami berterima kasih kepada ibu-ibu dari Komunitas Peduli Sesama atau Kompedulisa yang sudah menyerahkan bantuan air dan masker kepada kami. Sudah sekitar 30 tahun di Pulau Panjang ini tidak ada mata air yang dekat di dalam kampung. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas kepedulian ibu-ibu yang datang membantu kami,” ujar Lukman.
Ia berharap kebaikan para anggota komunitas mendapat balasan dari Allah SWT dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.
“Semoga kebaikan ibu-ibu dari Komunitas Peduli Sesama ini dibalas oleh Allah SWT,” tuturnya.
Kepedulian Kecil, Harapan Besar bagi Masyarakat
Aksi sosial Kompedulisa di Pulau Panjang menjadi pengingat bahwa persoalan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan melalui langkah besar. Terkadang, kepedulian sederhana yang diberikan pada waktu yang tepat mampu menghadirkan harapan dan memperkuat rasa kebersamaan.
Namun, persoalan kabut asap dan keterbatasan air bersih juga menjadi pengingat bahwa kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada bantuan sesaat. Perhatian yang berkelanjutan, pendampingan, serta upaya mencari solusi terhadap persoalan mendasar tetap diperlukan agar warga dapat memperoleh lingkungan yang sehat dan akses air bersih yang memadai.
Di tengah tantangan tersebut, langkah Kompedulisa menjadi bagian dari upaya menumbuhkan solidaritas sosial di Kabupaten Fakfak. Gerakan yang lahir dari inisiatif para ibu-ibu itu menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam membantu sesama, tanpa harus menunggu memiliki segalanya.
Sebab, kepedulian sejati tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan dari seberapa tulus kita bersedia berbagi.
Ketika sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan, kehadiran dan perhatian sesama dapat menjadi awal dari perubahan. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan tulus, akan selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
