FAKFAK,PinFunPapua.com – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) Kabupaten Fakfak dipastikan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Panitia Musda ke-III KKSBT Kabupaten Fakfak, Fauzan J. Tukuwain, kepada PinFunPapua.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (20/10/2026).
Fauzan mengajak seluruh masyarakat asal Seram Bagian Timur (SBT) yang berdomisili di Kabupaten Fakfak untuk bersama-sama menyukseskan agenda organisasi tersebut. Ia menyerukan persatuan kepada seluruh warga, mulai dari wilayah Karas, Pulau Tiga, hingga Wamosan Tanah Rata, agar menjadikan Musda sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan menyatukan pandangan.
“Mari kita satukan niat, bergandengan tangan, dan bersama-sama menyukseskan Musda ke-III KKSBT di Kabupaten Fakfak. Ini bukan hanya kegiatan organisasi, tetapi juga momentum bagi kita untuk mempererat persaudaraan sebagai sesama orang Seram di negeri Mbaham Matta,” ujar Fauzan.
Menurutnya, Musda memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi KKSBT di Kabupaten Fakfak. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan pemikiran, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Seram Bagian Timur yang hidup dan berkembang di tanah Fakfak.
Fauzan menegaskan, KKSBT merupakan rumah bersama bagi seluruh keluarga besar masyarakat Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak. Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengesampingkan perbedaan pandangan dan mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan organisasi.
“Rumah ini adalah milik kita bersama. Sudah sepatutnya kita menjaga, merawat, dan membesarkannya bersama-sama. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah, tetapi jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun KKSBT yang lebih baik,” tegasnya.
Di tengah berbagai pertanyaan publik mengenai kepastian waktu pelaksanaan Musda ke-III KKSBT, Fauzan menegaskan bahwa agenda tersebut telah ditetapkan dan dipastikan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban bagi masyarakat Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak yang selama ini menantikan kepastian pelaksanaan forum musyawarah tersebut.
Fauzan berharap, setelah kepastian jadwal ini disampaikan, seluruh warga dapat memberikan dukungan nyata, baik melalui partisipasi, komunikasi yang baik, maupun komitmen menjaga suasana persaudaraan menjelang pelaksanaan Musda.
Menanggapi polemik yang berkembang, Fauzan berharap seluruh pihak dapat kembali menempatkan persatuan dan keberlangsungan KKSBT sebagai prioritas utama. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi, tetapi harus disikapi secara dewasa melalui dialog, musyawarah, dan semangat kekeluargaan.
Ia mengajak seluruh masyarakat Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak untuk menyatukan pandangan demi menjaga eksistensi dan keberlangsungan KKSBT di tanah Mbaham Matta.
“Harapan saya, mari kita satukan pandangan untuk KKSBT agar tetap hidup, berkembang, dan menjadi wadah yang mempersatukan seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak. Kepentingan bersama harus kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” harap Fauzan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Musda bukan semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan dari kemampuan seluruh anggota menjaga persaudaraan dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi serta masyarakat.
“Persaudaraan tidak dibangun dengan keseragaman pendapat, tetapi dengan kesediaan untuk saling mendengar, menghormati, dan berjalan bersama. Sebab, rumah yang kuat bukanlah rumah tanpa perbedaan, melainkan rumah yang penghuninya memilih untuk tetap bersatu.”
Fauzan berharap Musda ke-III KKSBT Kabupaten Fakfak dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan, sekaligus menjadi titik awal untuk memperkuat solidaritas serta membangun masa depan organisasi yang lebih baik.
Bagi Fauzan, KKSBT bukan sekadar nama organisasi, melainkan rumah persaudaraan yang harus dijaga bersama. Dari persatuan lahir kekuatan, dari musyawarah lahir keputusan, dan dari kebersamaan tumbuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.
(Jurnalis : Risman Bauw).
