FAKFAK,PinFunPapua.com – Direktur Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), Muhammad Nur, S.IP., M.Si., mengajak para orang tua dan calon mahasiswa untuk tidak ragu menjadikan Polinef sebagai pilihan melanjutkan pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa Polinef terus berbenah dan berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, aman, serta mampu membekali generasi muda Papua Barat menghadapi tantangan dunia kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Nur kepada PinFunPapua.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi harus dijawab melalui peningkatan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, pengembangan keterampilan mahasiswa, serta lingkungan kampus yang mendukung proses belajar.
“Kami memahami kekhawatiran orang tua, dan kami menjawabnya dengan kerja nyata. Polinef didukung dosen yang berkualitas serta beragam kegiatan akademik dan nonakademik agar mahasiswa dapat meraih pendidikan yang lebih baik di Papua Barat. Kami juga membuka ruang aduan agar setiap mahasiswa dapat menyampaikan suaranya,” ujar Muhammad Nur.
Muhammad Nur menjelaskan bahwa salah satu upaya Polinef dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui dukungan tenaga pendidik dengan latar belakang pendidikan dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Di antara tenaga pendidik yang disebutkan ialah Dr. Ir. Muhammad Yunus, S.T., M.T., IPM, lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, serta Arga Ramadhana, Ph.D., dari KMITL Business School, Thailand.
Kehadiran tenaga pendidik dengan pengalaman dan latar belakang akademik tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran, meningkatkan wawasan mahasiswa, serta mendorong penguasaan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurut Muhammad Nur, pendidikan tinggi tidak cukup hanya memberikan pengetahuan teoritis. Mahasiswa juga perlu memperoleh keterampilan praktis, pengalaman lapangan, dan kemampuan beradaptasi agar dapat bersaing setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, Polinef terus mendorong kegiatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja.
Selain kegiatan perkuliahan, mahasiswa Polinef memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan akademik, seperti sertifikasi kompetensi, praktikum laboratorium, serta magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Di luar kegiatan akademik, mahasiswa juga dapat mengembangkan minat, bakat, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), di antaranya UKM Jurnalistik, UKM Senior, UKM Bela Diri, serta berbagai himpunan mahasiswa.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Melalui keterlibatan aktif di dalam maupun di luar kelas, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan keterampilan berkomunikasi.
Muhammad Nur menilai bahwa pengembangan mahasiswa harus dilakukan secara menyeluruh. Kampus tidak hanya bertugas mendidik mahasiswa agar memperoleh gelar akademik, tetapi juga membantu mereka mengembangkan karakter dan kemampuan yang berguna bagi kehidupan bermasyarakat.
Menanggapi pentingnya rasa aman bagi mahasiswa, Polinef menyediakan sejumlah saluran informasi, saran, dan pengaduan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa maupun masyarakat.
Langkah ini dimaksudkan untuk membuka komunikasi antara kampus dan masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Berikut saluran pengaduan yang disediakan Polinef:
1. LISA Polinef (Layanan Informasi, Saran, dan Aduan), melalui Nomor layanan: 0821-7222-0076.
2. Kotak Saran Polinef, Pengaduan dan saran secara daring di tautan ini : https://bit.ly/KotakSaranPolinef
3. Layanan PPKPT Kampus Polinef
Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi, termasuk untuk pengaduan kekerasan atau pelecehan secara daring pada tautan ini : https://bit.ly/FormPKS_Polinef
Keberadaan saluran tersebut diharapkan memudahkan mahasiswa dan masyarakat menyampaikan pertanyaan, saran, maupun pengaduan sesuai kebutuhan. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan yang muncul di lingkungan kampus diharapkan dapat ditangani melalui mekanisme yang tepat.
Bagi Polinef, membangun kepercayaan bukan hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, melainkan juga dengan kesediaan mendengar, memberikan tanggapan, dan memperhatikan kebutuhan mahasiswa.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, Polinef juga berencana mengundang orang tua, calon mahasiswa, dan masyarakat untuk mengenal lingkungan kampus lebih dekat melalui kegiatan campus visit atau campus tour dalam waktu dekat.
Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diharapkan dapat melihat secara langsung suasana kampus, mengenal kegiatan pembelajaran, serta memperoleh informasi dengan bertanya langsung kepada pihak Polinef.
Muhammad Nur berharap kesempatan ini dapat membantu orang tua dan calon mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses pendidikan, fasilitas, kegiatan mahasiswa, serta layanan yang tersedia di Polinef sebelum menentukan pilihan pendidikan tinggi.
Ia juga berharap masyarakat tidak hanya menilai perguruan tinggi berdasarkan informasi yang beredar, tetapi turut mencari informasi yang jelas dan melihat secara langsung upaya peningkatan mutu yang dilakukan kampus.
Muhammad Nur menegaskan bahwa membangun pendidikan berkualitas membutuhkan kerja sama antara perguruan tinggi, mahasiswa, orang tua, dan masyarakat. Kepercayaan yang diberikan kepada kampus harus diiringi tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mahasiswa.
Bagi generasi muda Papua Barat, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan salah satu langkah penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang masa depan.
“Pendidikan bukan sekadar tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membangun kemampuan, karakter, dan keberanian untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Kampus yang terus berbenah harus berani membuka diri, mendengar suara mahasiswa, dan membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata.”
Melalui berbagai upaya tersebut, Polinef berharap dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda di Papua Barat.
Sebab masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan. Ketika anak-anak muda memperoleh kesempatan belajar yang baik, sesungguhnya sebuah daerah sedang menanam investasi bagi kemajuan generasi berikutnya.
(Jurnalis : Risman Bauw).
