MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., melakukan sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di SMP Negeri 10 Manokwari, Papua Barat. Dalam kunjungan tersebut, Filep juga meninjau pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung hasil pelaksanaan program revitalisasi, sekaligus memastikan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Dalam kesempatan itu, Filep Wamafma menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah memiliki peminat yang cukup banyak. Namun, pelaksanaannya tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, ia ingin melihat secara langsung kondisi sekolah yang menerima bantuan tersebut agar dapat menyampaikan hasil pemantauannya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Program revitalisasi ini memiliki banyak antrean, tetapi ada juga persyaratan yang wajib dipenuhi. Oleh sebab itu, saya ingin melihat lebih dekat pelaksanaan program revitalisasi ini,” ujar Filep.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan gedung yang selesai dibangun, tetapi juga harus diikuti dengan penyediaan sarana pendukung yang memadai. Menurutnya, fasilitas seperti laboratorium harus diperiksa untuk memastikan apakah peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan sudah tersedia atau belum.
Filep menyatakan akan menyampaikan berbagai masukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar perhatian pemerintah terhadap pembangunan sekolah juga mencakup kelengkapan fasilitas di dalamnya.
“Jangan hanya membangun gedung, tetapi isinya juga harus diperhatikan. Kalau itu laboratorium, kita harus melihat apakah fasilitas dan perlengkapannya sudah tersedia atau belum. Saya akan menyampaikan masukan terkait sarana dan prasarana tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Filep mengungkapkan bahwa terdapat 17 sekolah di Manokwari yang menerima program revitalisasi melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia berencana melakukan peninjauan terhadap sekolah-sekolah penerima bantuan tersebut untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program serta mengidentifikasi kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
Hasil peninjauan itu nantinya akan menjadi bahan laporan dan masukan kepada menteri terkait, sehingga pelaksanaan program revitalisasi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Manokwari.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Manokwari, Erwin Pattikawa, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Filep Wamafma atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya.
Erwin mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan pendidikan dan pelaksanaan program revitalisasi yang digulirkan oleh pemerintah pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Senator Filep Wamafma yang telah berkunjung ke SMP Negeri 10 Manokwari. Dalam kunjungan ini, kami juga berdiskusi mengenai pendidikan dan program revitalisasi yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujar Erwin.
Ia berharap berbagai masukan dan kebutuhan yang telah disampaikan pihak sekolah kepada Filep dapat diteruskan kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Barat, serta Pemerintah Kabupaten Manokwari. Menurutnya, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar peningkatan kualitas pendidikan di Manokwari dapat terlaksana secara merata.
Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah serta Direktorat Sekolah Menengah Pertama, atas bantuan program revitalisasi yang diberikan kepada SMP Negeri 10 Manokwari.
Ia menjelaskan bahwa SMP Negeri 10 Manokwari merupakan salah satu sekolah yang dipercaya untuk mengelola program revitalisasi tersebut. Pihak sekolah bersyukur karena pekerjaan pembangunan yang menjadi bagian dari program itu telah selesai dilaksanakan.
Adapun bantuan revitalisasi di SMP Negeri 10 Manokwari mencakup tujuh gedung atau fasilitas, yang terdiri atas empat ruang belajar, satu laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), satu perpustakaan, dan satu fasilitas toilet.
Menurut Erwin, pembangunan dan perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik, nyaman, dan memadai bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Keberadaan ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, dan toilet yang layak merupakan bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah berharap dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pendidikan dapat terus berlanjut pada tahun berikutnya. Erwin menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengusulkan kembali kebutuhan revitalisasi untuk tahun mendatang agar fasilitas sekolah yang masih memerlukan perhatian dapat ditingkatkan secara bertahap.
“Kami berharap pada tahun depan program revitalisasi dapat kembali diusulkan, sehingga kebutuhan fasilitas pendidikan yang belum terpenuhi bisa mendapatkan perhatian,” ungkapnya.
Kunjungan Filep Wamafma ke SMP Negeri 10 Manokwari tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan terhadap pelaksanaan program pemerintah di bidang pendidikan. Melalui peninjauan langsung, diharapkan berbagai kebutuhan sekolah dapat diketahui secara lebih jelas dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan maupun penyaluran bantuan pada masa mendatang.
Perhatian terhadap kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan dinilai penting agar pembangunan sekolah tidak berhenti pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga mampu menghadirkan fasilitas yang benar-benar mendukung kegiatan belajar mengajar.
Dengan adanya koordinasi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para wakil daerah, program revitalisasi diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta didik serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (red)
