Direktur Rumah Sakit Provinsi Papua Barat Dr Arnoldus Tiniap (Foto : PFP-06)
PinFunPapua.com, Manokwari – Direktur Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, menyampaikan bahwa alat cuci darah Hemodialisis/HD di rumah sakit tersebut, yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu, akan segera beroperasi. Alat ini disediakan melalui sistem kerja sama operasional (KSO) dengan perusahaan mitra yang bertanggung jawab untuk memasang dan menginstal alat, sementara rumah sakit hanya perlu menanggung biaya operasional.
“Alat cuci darah ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, namun operasionalnya belum bisa dimulai karena memerlukan sejumlah persiapan penting. Misalnya, kami harus melatih tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat, yang akan menangani alat ini.
Selain itu, instalasi alat juga membutuhkan persiapan ruangan khusus, termasuk tempat tidur dan sistem pengolahan limbah atau IPAL, yang harus dipersiapkan dengan baik,” jelas dr. Arnoldus Tiniap.
Pihak rumah sakit menargetkan bahwa pada bulan November ini, proses pemasangan, instalasi alat, dan persiapan ruangan bisa selesai sepenuhnya. “Saat ini, ruang cuci darah masih dalam tahap renovasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, kami harap pada pertengahan bulan ini, renovasi ruangan sudah rampung dan alat siap diinstal. Dengan begitu, pada Januari mendatang, alat cuci darah ini sudah bisa digunakan,” tambah dr. Arnoldus.
Tenaga medis juga telah disiapkan sejak tahun lalu, meskipun membutuhkan waktu untuk memastikan pelatihan dan penyesuaian ruangan sesuai standar IPAL. “Kerja sama ini sudah kami mulai sejak tahun lalu, namun ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk memastikan semua siap, termasuk pelatihan khusus bagi tenaga medis. Keterlambatan ini bukan tanpa alasan, sebab kami ingin memastikan bahwa persiapan dilakukan dengan teliti agar layanan bisa diberikan dengan optimal,” paparnya.
Keberadaan alat cuci darah ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi pasien di Papua Barat yang membutuhkan layanan cuci darah, dengan fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang sudah siap menangani. (JN)
