FAKFAK, PinFunPapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menunjukkan kekompakan dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan menjaga semangat toleransi di Kabupaten Fakfak. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten yang tidak hanya fokus pada fisik pembangunan, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat.
Dalam sambutannya pada peresmian Kantor Distrik Fakfak Tengah, Kamis (17/7/2025), Bupati Samaun Dahlan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Gubernur Dominggus Mandacan terhadap pembangunan di Kabupaten Fakfak. Ia menilai, gubernur tidak sekadar memberi janji, melainkan menghadirkan bukti konkret bagi masyarakat.
“Saya mau kasih tahu, buah tangan dari Bapak Gubernur Papua Barat ini sudah terlalu banyak untuk Fakfak. Mulai dari tempat ibadah, seperti masjid dan gereja, hingga kantor-kantor distrik sebagai pusat pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Samaun.
Bupati Fakfak juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mendukung rencana pembangunan Kantor Distrik Kramongmongga dan Distrik Pariwari pada tahun anggaran 2026. Usulan tersebut telah diajukan melalui surat resmi, sebagai bagian dari komitmen pemkab dalam meningkatkan pelayanan publik di wilayah-wilayah administratif bawah.
Peresmian Kantor Distrik Fakfak Tengah turut dihadiri oleh Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, Asisten I Setda Fakfak Arif H. Rumagesan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Acara ini menjadi simbol penguatan sinergi antarlembaga dan bentuk nyata kehadiran negara hingga tingkat akar rumput.
Tak hanya soal infrastruktur, Gubernur Dominggus Mandacan juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kegiatan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Lintas Masjid Indonesia (Forkolimasi) di Fakfak, Selasa (16/7/2025), Gubernur menyebut bahwa toleransi merupakan warisan berharga dari Papua Barat untuk Indonesia.
“Papua Barat bukan sekadar peta di ujung timur Indonesia. Ini adalah rumah bagi semua, tanpa memandang suku dan agama. Kita jaga silaturahmi, maka Papua Barat akan tetap damai,” kata Gubernur Dominggus.

Papua Barat sendiri telah beberapa kali dinobatkan sebagai provinsi paling toleran di Indonesia, termasuk peringkat tertinggi pada tahun 2017 dan 2019, serta menerima Harmony Award dari Kementerian Agama. Capaian tersebut lahir dari komitmen kolektif antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sipil dalam merawat harmoni lintas iman.
Gubernur Dominggus pun memuji peran Forkolimasi yang turut menjaga stabilitas sosial selama penyelenggaraan Pilkada 2024. Di tengah potensi perpecahan, Forkolimasi justru menjadi jembatan perekat antarwarga.
“Pembangunan tanpa harmoni akan goyah. Papua Barat menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Ini bukan pelengkap, tapi fondasi,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa ada tiga pelajaran penting yang bisa diambil dari Papua Barat: toleransi dapat ditumbuhkan melalui keteladanan dan pendidikan, komunitas keagamaan menjadi pilar perdamaian, serta kerukunan adalah prasyarat utama dalam pembangunan.
Melalui perpaduan pembangunan infrastruktur dan penguatan sosial budaya ini, Papua Barat tak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga menjadi teladan hidup bagi Indonesia yang rukun dan inklusif. Dukungan Gubernur dan sinergi dengan kepala daerah seperti di Fakfak memperlihatkan bahwa kerja sama lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersatu dan berkeadilan. (Risman)
