MANOKWARI, PinFunPapua.com — Puluhan pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggelar aksi damai menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membahayakan kesehatan anak sekolah. Aksi tersebut berlangsung di kawasan lampu merah Haji Bawu, Jalan Trikora, Wosi, pada Rabu (6/8/2025).
Dalam seruan aksinya, massa menuding program MBG yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan diterapkan di sekolah-sekolah dasar di Manokwari, telah menyebabkan sejumlah kasus keracunan makanan di kalangan pelajar. Terbaru, insiden yang terjadi di SD Negeri 45 Arowi menjadi sorotan, di mana 12 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah usai mengonsumsi makanan dari dapur MBG.
“Program MBG seharusnya menjadi sumber energi dan penunjang prestasi anak-anak sekolah. Namun yang terjadi justru sebaliknya—anak-anak menjadi korban dari makanan yang tidak layak konsumsi,” ujar Noval, Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut.
Noval menegaskan bahwa kehadiran tenaga ahli gizi di setiap dapur MBG merupakan keharusan mutlak guna menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Ia juga menyampaikan tuntutan kepada Kepolisian Daerah Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk mengusut tuntas penyebab kasus keracunan serta mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program ini.
“Jangan sampai niat baik pemerintah justru menjadi ancaman bagi kesehatan generasi muda kita,” tegas Noval.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Yusuf Reski Lelo, turut menyuarakan kekhawatiran atas dampak program tersebut. Ia menilai bahwa meskipun MBG merupakan program strategis yang baik secara konsep, namun eksekusinya yang buruk membuat masyarakat kehilangan kepercayaan.
“Saya yakin program MBG telah dirancang dengan baik dan bertujuan mulia. Tapi kalau pelaksanaannya justru membahayakan anak-anak, lebih baik dihentikan saja sampai ada perbaikan yang serius,” ujarnya.

Aksi protes ini langsung direspons oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari. Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, hadir menerima aspirasi para peserta aksi dan menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi bersama dengan DPRK Manokwari.
“Kami menerima semua aspirasi ini dan akan segera melakukan evaluasi terhadap program MBG secara transparan dan menyeluruh bersama para pemangku kepentingan,” tegas Yan Ayomi di hadapan massa aksi.
Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan gizi dan kualitas pendidikan nasional kini menuai sorotan tajam di Manokwari. Kasus-kasus keracunan yang terjadi menjadi alarm keras bagi pihak penyelenggara untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan pelaksanaannya.
Aksi yang berlangsung damai tersebut menjadi bukti bahwa partisipasi pemuda dan mahasiswa masih menjadi kekuatan kontrol sosial terhadap kebijakan publik di daerah, terutama dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak. (Janu)
