FAKFAK,PinFunPapua.com – Pemerhati budaya Fakfak, Stephanus Weripang, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi “Nongnong”, salah satu warisan budaya khas masyarakat Mbaham Matta yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain. Menurutnya, tradisi tersebut hanya dapat dijalankan dengan menggunakan bahasa Mbaham atau bahasa Iha, bukan bahasa Indonesia.
“Nongnong itu hanya bisa dibunyikan dengan bahasa Mbaham atau Iha. Kalau pakai bahasa Indonesia, rasanya kaku dan hilang maknanya,” ujar Stephanus usai menghadiri acara penyerahan hadiah di Festival Pesona Kota Pala, Sabtu malam (1/11/2025).
Ia menilai, Festival Pesona Kota Pala menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda. Karena itu, Stephanus berharap tradisi Nongnong dan bahasa Iha dapat terus ditampilkan dan diajarkan kepada anak-anak sejak dini.
“Kalau kita tidak kembangkan mereka, tidak tumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya, nanti bisa hilang,” tambahnya.
Stephanus juga mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak yang sebelumnya telah menyusun kamus bahasa Iha. Ke depan, ia berharap upaya tersebut dapat dikolaborasikan dengan Dinas Pendidikan agar pengajaran bahasa Iha dapat diintegrasikan ke dalam pelajaran di sekolah-sekolah.
“Saya berharap pemerintah daerah benar-benar serius menjaga dan melestarikan budaya Mbaham Matta. Kalau bisa, keluarkan Peraturan Bupati (Perbup) agar bahasa Iha diterapkan sebagai muatan lokal di semua tingkatan sekolah mulai SD hingga SMA/SMK,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Stephanus berharap upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di Fakfak dapat berjalan berkelanjutan serta menjadi identitas kuat bagi generasi mendatang.(Risman Bauw)
