FAKFAK,PinfunPapua.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Fachry Tura, melaksanakan Reses ke-III Tahun 2025 di Kabupaten Fakfak. Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 November 2025 ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah di Fakfak.
Dalam kegiatan reses tersebut, Fachry mengunjungi tiga titik utama, yakni Kompleks Kapten P. Tendean Kelurahan Wagom Utara Distrik Fakfak, Kampung Werba Distrik Fakfak Barat, dan Kompleks Piahar Kelurahan Wagom Distrik Pariwari.
Selain berdialog dengan masyarakat umum, ia juga melakukan pertemuan khusus bersama pelaku UMKM dan kalangan pemuda Fakfak.
“Reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak,” ujar Fachry Tura dalam keterangannya, Kamis (13/11/2025).
Fachry menegaskan, aspirasi yang dihimpun selama masa reses akan dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPR Papua Barat, dan menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai proses ini penting agar setiap kebijakan memiliki dasar yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, kegiatan reses juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah, terutama terkait pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kebijakan harus tumbuh dari bawah, dari apa yang masyarakat rasakan dan butuhkan,” tegasnya.
Selama dialog di lapangan, Fachry menemukan sejumlah persoalan mendesak, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sekolah PAUD.
Ia menyoroti secara khusus kondisi di Kampung Andamata, Distrik Arguni, yang memiliki 83 Kepala Keluarga (KK) namun hanya satu tenaga medis di Pustu setempat.
“Kalau masyarakat banyak yang sakit, tenaga medis kewalahan karena hanya satu orang. Saya berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini,” ungkapnya.
Selain persoalan kesehatan, masyarakat di tiga titik lokasi reses juga menyampaikan beberapa aspirasi, di antaranya:
1. Transparansi penyaluran beasiswa ADik agar tepat sasaran kepada Orang Asli Papua (OAP).
2. Pembangunan air bersih di kampung Wurkendik Distrik Fakfak Barat
3. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas SD YPK Werba.
4. Pembangunan infrastruktur sekolah dasar di Kampung Andamata.
Fachry menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
“Saya tidak bisa berjanji, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tandasnya.
Sebagai wujud kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi, dalam kesempatan yang sama Fachry juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada ibu-ibu pelaku UMKM, pemuda dan ibu-ibu kampung Andamata, dan Ikatan Mahasiswa Gorom Barat Timur (IMGOBATI) Basis Fakfak.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam mendorong pengembangan UMKM dan peran pemuda di Kabupaten Fakfak agar semakin produktif dan berdaya saing. (Risman Bauw)
