FAKFAK,PinFunPapua.com – Tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) menggelar diseminasi pembuatan ikan asin bagi Kelompok Nelayan Wirma Nemira di Kampung Tanama, Kabupaten Fakfak. Kegiatan ini didanai oleh DIVA Politeknik Negeri Fakfak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ikan kembung yang selama ini sering terbuang akibat penanganan yang kurang tepat.
Kabupaten Fakfak dikenal memiliki potensi sumber daya laut melimpah. Namun, saat musim panen puncak, pasokan ikan kembung yang berlimpah tak sebanding dengan daya serap pasar. Kondisi tersebut membuat sebagian hasil tangkapan rusak dan akhirnya dibuang, sehingga menimbulkan kerugian bagi nelayan sekaligus berdampak pada lingkungan.
Melalui program bertema “Diseminasi Pembuatan Ikan Asin Guna Meningkatkan Nilai Tambah Ikan Kembung (Rastrelliger sp.)”, tim yang diketuai Petrus Oktavianus H., M.P. memberikan pelatihan teori dan praktik mulai dari teknik penggaraman yang benar, pemilihan bahan baku, higienitas proses produksi, hingga strategi pemasaran sederhana.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test. Para nelayan dan istri nelayan kini lebih memahami manfaat pengolahan ikan asin sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami. Ikan yang tadinya sering tidak laku dan terbuang, kini bisa diolah dan dijual dengan nilai lebih baik,” ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan, program ini juga mendorong pemberdayaan perempuan pesisir dengan melibatkan aktif para istri nelayan sebagai motor penggerak ekonomi rumah tangga.
Ke depan, tim pengabdian berencana melanjutkan kegiatan melalui pelatihan manajemen usaha sederhana, monitoring keberlanjutan produksi, serta publikasi hasil kegiatan pada jurnal nasional. Pengembangan produk turunan berbahan dasar ikan kembung pun menjadi rencana jangka panjang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Tanama.
Program ini diharapkan menjadi model peningkatan pendapatan nelayan melalui diversifikasi produk dan pengolahan hasil laut yang higienis, efektif, dan ramah lingkungan.(Risman Bauw).
