FAKFAK,PinFunPapua.com – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memprioritaskan penyiapan lahan sebagai langkah strategis untuk mendukung masuknya investasi serta meningkatkan konektivitas transportasi di daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, usai melantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang berlangsung di Gedung Winder Tuare, Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/1/2026).
Bupati menegaskan bahwa kesiapan lahan merupakan syarat utama agar investasi dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diminta untuk bergerak cepat menyiapkan kawasan-kawasan strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Untuk investasi, sementara kita fokus pada penyiapan lahan. Ini penting supaya ketika investor masuk, daerah kita sudah siap secara teknis dan administratif,” ujar Samaun Dahlan.
Selain penyiapan lahan, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga akan melakukan penghilangan obstacle di Bandara Siboru. Pada tahun ini direncanakan perataan lahan di area depan bandara sepanjang kurang lebih 300 meter yang selama ini dinilai menjadi hambatan terhadap keselamatan penerbangan.
“Obstacle di depan bandara akan kita ratakan. Kurang lebih sekitar 300 meter yang bisa kita hilangkan,” jelasnya.
Bupati juga memastikan bahwa rencana perpanjangan Bandara Siboru mulai berjalan pada tahun ini dengan dukungan anggaran dari Kementerian Perhubungan, meskipun nilai anggarannya belum terlalu besar. Ia menyebutkan program tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah pusat.
Di sisi lain, pembangunan akses jalan belakang menuju Bandara Siboru juga mulai dikerjakan tahun ini dengan total panjang sekitar empat kilometer. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 600 meter.
“Akses jalan belakang bandara mulai kita kerjakan tahun ini. Totalnya sekitar empat kilometer dan yang sudah berjalan sekitar enam ratus meter. Ini yang kita dorong percepatannya,” kata Samaun.
Bupati menegaskan, percepatan penyiapan lahan, pengembangan bandara, serta pembangunan akses jalan membutuhkan dukungan OPD teknis yang memiliki kemampuan dan kompetensi tinggi, khususnya dalam penanganan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan kawasan hutan, agar seluruh program pembangunan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. (Risman Bauw)
