FAKFAK,PinFunPapua.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak mulai melakukan pembenahan serius di bawah kepemimpinan Kepala Dinas yang baru, Saleh Hindom, pasca dilantik oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan beberapa waktu lalu.
Dalam wawancara bersama media di Fakfak, Selasa (27/1/2026), Saleh Hindom mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga program prioritas yang harus dieksekusi dan diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan demi menjamin keberlangsungan dunia pendidikan di Fakfak.
“Ada tiga program terbesar yang harus dituntaskan. Pertama, program yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan, salah satunya menyangkut pendistribusian biaya SPP yang berdampak besar bagi kelanjutan studi mahasiswa Fakfak,” ujar Saleh Hindom.
Program prioritas kedua, lanjutnya, adalah pemenuhan kebutuhan penunjang bagi pelajar dan mahasiswa, mulai dari penyediaan buku pelajaran, seragam sekolah, sepatu, hingga perlengkapan belajar lainnya.
“Jika kebutuhan dasar ini tidak diperhatikan, maka akan sangat mengganggu aktivitas belajar siswa di sekolah maupun mahasiswa di kampus,” jelasnya.
Sementara itu, fokus ketiga Disdikpora Fakfak adalah penyelesaian persoalan yang berpotensi mengganggu fasilitas pendidikan, salah satunya terkait aksi palang-memalang di lingkungan sekolah.
“Masalah palang-memalang jika tidak ditangani dengan baik akan sangat mengganggu proses belajar mengajar,” tegasnya.
Saleh Hindom juga mengungkapkan, di awal masa kepemimpinannya ia telah menemukan sejumlah persoalan di lapangan. Salah satunya adalah pemalangan di SD Inpres III Dulanpokpok yang sempat menghambat aktivitas pendidikan.
“Kemarin terjadi pemalangan di SD Inpres III Dulanpokpok. Saat itu saya langsung dari Kampus Polinef menuju lokasi dan menyelesaikan persoalan tersebut sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan palang-memalang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya terkait penyelesaian pembayaran tanah adat serta perbaikan kerusakan bangunan sekolah agar permasalahan serupa tidak terus berulang di kemudian hari.(Risman Bauw)
