MANOKWARI, PinFunPapua.com — Kepala Kampung Mansinam, Weli Rumsayor, berharap adanya perhatian serta dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan pihak gereja dalam upaya pemeliharaan Situs Bersejarah Pulau Mansinam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua.
Harapan tersebut disampaikan Weli Rumsayor saat ditemui di sela-sela kegiatan kerja bakti pembersihan Pulau Mansinam yang dilaksanakan pada Kamis (30/01/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Menurut Weli Rumsayor, kerja bakti tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Papua Barat yang menginstruksikan seluruh OPD untuk terlibat langsung dalam pembersihan Pulau Mansinam sebagai bagian dari persiapan menyambut peringatan HUT PI ke-171.
“Hari ini kami bersama Bapak Gubernur melihat secara langsung seluruh OPD yang sudah diperintahkan turun bekerja untuk melakukan pembersihan Pulau Mansinam dalam rangka menyambut HUT Pekabaran Injil ke-171,” ujar Weli.
Ia menegaskan, masyarakat Kampung Mansinam sangat berharap adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat antara klasis, sinode, pemerintah kabupaten, serta pemerintah provinsi agar pemeliharaan Pulau Mansinam sebagai pulau peradaban dan situs bersejarah bagi Tanah Papua dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Weli menjelaskan bahwa selama ini masyarakat Kampung Mansinam hanya mampu melakukan pembersihan di area permukiman bawah. Sementara itu, untuk kawasan situs utama Pekabaran Injil, pengelolaannya berada di bawah Badan Pengelola Situs Mansinam yang diketuai oleh Bons Rumbruren.
“Kalau untuk bagian situs utama, itu ada badan pengelolanya. Pemeliharaan di sana berada di bawah ketua panitia, Bapak Bons Rumbruren,” jelasnya.
Meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana, masyarakat setempat tetap berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian situs bersejarah tersebut. Namun, menurutnya, kegiatan pemeliharaan sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar, mesin babat rumput, serta perlengkapan kerja lainnya.
“Kalau ada bensin dan alat, masyarakat bisa bekerja. Saat ini sudah sekitar dua sampai tiga minggu mereka mulai melakukan pembersihan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini biaya pemeliharaan situs sebagian besar bersumber dari sumbangan sukarela para pengunjung yang dimasukkan ke dalam kotak donasi. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membeli bahan bakar guna mendukung kegiatan pembersihan.
Weli menambahkan bahwa Pulau Mansinam sebelumnya juga pernah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Namun, bantuan tersebut belum dapat berjalan secara berkelanjutan hingga saat ini.
“Kami berharap ke depan ada kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara pemerintah dan gereja, sehingga pemeliharaan Situs Bersejarah Mansinam dapat terus berjalan,” harapnya.
Pulau Mansinam dikenal sebagai situs bersejarah masuknya Injil di Tanah Papua dan memiliki nilai religius, budaya, serta historis yang tinggi. Oleh karena itu, keberlanjutan perawatan dan pelestariannya dinilai penting, tidak hanya bagi masyarakat Kampung Mansinam, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua dan generasi mendatang. (JN)
