MANOKWARI, PinFunPapua.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Gubernur menegaskan komitmennya untuk menjaga proses pemilihan berjalan transparan, demokratis, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Silakan saja yang mau maju, tidak ada titipan,” tegas Gubernur, menekankan bahwa semua kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk bertarung secara sehat dalam forum organisasi tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak akan mencampuri proses internal KONI, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik terkait dinamika kepemimpinan dan arah kebijakan olahraga di daerah.
Gubernur juga mengingatkan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua KONI Papua Barat sejak tahun 2024. Dengan demikian, seluruh tahapan menuju Muslub sepenuhnya menjadi kewenangan organisasi, sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku di tubuh KONI.
“Saya sudah tidak menjabat, jadi silakan mekanisme organisasi berjalan. Kita hormati proses yang ada,” ujarnya.
Saat ini, kepemimpinan KONI Papua Barat masih dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt), sambil menunggu pelaksanaan Muslub untuk memilih ketua definitif. Kondisi ini dinilai sebagai fase transisi yang krusial, mengingat peran strategis KONI dalam pembinaan dan pengembangan atlet di daerah.
Lebih lanjut, Gubernur menilai Muslub bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi serta merumuskan strategi baru dalam meningkatkan prestasi olahraga Papua Barat.
“Kita harapkan ke depan prestasi olahraga Papua Barat bisa lebih meningkat, baik di tingkat nasional maupun regional. Ini butuh kepemimpinan yang kuat dan program yang jelas,” katanya.
Ia juga mendorong agar figur yang maju dalam bursa calon ketua KONI benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen terhadap pembinaan atlet, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.
Menurutnya, tantangan dunia olahraga ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sinergi antara pengurus KONI, pemerintah daerah, serta seluruh cabang olahraga untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Terkait jadwal pelaksanaan Muslub, Gubernur menyebut masih menunggu kesiapan teknis dari pihak penyelenggara. Hal tersebut mencakup penentuan waktu, kesiapan administrasi, hingga dukungan pendanaan agar kegiatan dapat berjalan lancar.
“Pelaksanaannya nanti disesuaikan dengan kesiapan, baik dari sisi jadwal maupun pendanaan. Yang penting semua dipersiapkan dengan matang,” jelasnya.
Dengan pernyataan tegas ini, diharapkan proses Muslub KONI Papua Barat dapat berlangsung lebih terbuka dan profesional, sekaligus menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa olahraga Papua Barat ke arah yang lebih kompetitif dan berprestasi. (JN)
