Ketua JP2F Fakfak, Siti Hajar Uswanas (Kanang), Ketua TP PKK Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan (Kiri), (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Ketua Jaringan Perempuan Perubahan Fakfak (JP2F), Siti Hajar Uswanas, menegaskan pentingnya komunikasi dan penguatan peran perempuan dalam momentum peringatan Hari Kartini.
Menurutnya, perempuan harus berani berkembang serta terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan diri dan lingkungan. Ia juga menekankan bahwa ruang diskusi dan komunikasi selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan bertumbuh.
“Perempuan harus berani. Kalau ada hal yang belum dipahami, kita harus terbuka untuk belajar dan menerima masukan,” ujarnya.
Siti Hajar mengungkapkan, perempuan di kampung pada dasarnya memiliki keinginan kuat untuk maju, namun sering kali terkendala kurangnya informasi dan pemahaman tentang langkah yang harus diambil.
“Selama ini mereka sangat antusias. Mereka ingin maju, hanya saja belum tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan. Ia menyebut, perempuan di 17 distrik dan 142 kampung di Fakfak memiliki semangat besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kesempatan itu sebenarnya banyak, hanya saja mereka belum tahu harus mulai dari mana. Tapi antusiasme mereka sangat luar biasa untuk ke depan bisa lebih maju,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Hajar juga memberikan apresiasi terhadap sosok Ibu Bupati Fakfak yang dinilainya aktif turun langsung ke masyarakat.
“Saya salut, karena beliau lebih sering hadir di tengah masyarakat kampung, melihat langsung kondisi warga. Ini jarang dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa JP2F dalam dua tahun terakhir fokus pada program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Salah satu perhatian utama adalah membantu mengatasi persoalan anak putus sekolah serta membuka peluang kerja bagi perempuan.
“Tahun ini kami mulai mendorong penciptaan lapangan kerja. Saya selalu mengajak perempuan untuk bekerja apa saja yang penting halal dan bermanfaat,” tegasnya.
JP2F juga menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan keterampilan menjahit kepada 10 perempuan sebagai langkah awal pemberdayaan ekonomi.
Ke depan, JP2F berencana memperluas kolaborasi dengan PKK guna mengembangkan pelatihan keterampilan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan wawasan perempuan di Fakfak.
Melalui berbagai program tersebut, diharapkan perempuan Fakfak semakin mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. (Risman Bauw).
