Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Manokwari, Kamis (28/5). (FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan pangan pemerintah melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan kearifan lokal masyarakat di Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Manokwari, Kamis (28/5).
Menurut Subagyo, sebelum panitia dan relawan melaksanakan aktivitas penyembelihan hewan kurban, seluruh peserta terlebih dahulu disuguhi makanan berbasis pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
“Hidangan pertama yang kami sajikan kepada panitia sebelum beraktivitas adalah menu berbasis kearifan lokal seperti betatas, singkong, pisang, jagung, dan nasi. Artinya, kami ingin menghadirkan menu-menu ketahanan pangan,” katanya.
Ia menilai pemanfaatan pangan lokal perlu terus didorong sebagai bentuk kemandirian pangan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Papua Barat.
Subagyo menegaskan IKBY Manokwari mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah. Namun, pihaknya secara tegas menolak perluasan perkebunan kelapa sawit baru yang dinilai dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan hilangnya lahan masyarakat.
“Kami mendukung program ketahanan pangan pemerintah, tetapi untuk perluasan perkebunan kelapa sawit kami tidak mendukung pembukaan lahan baru,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah dan perusahaan sebaiknya lebih fokus pada optimalisasi lahan sawit yang sudah ada dibandingkan membuka kawasan baru yang berpotensi merusak hutan dan lingkungan hidup.
“Kalau untuk perkebunan kelapa sawit, kami mendorong optimalisasi lahan sawit yang sudah ada. Jangan lagi merusak lahan baru,” tegasnya.
Selain menyoroti isu ketahanan pangan, IKBY Manokwari juga terus aktif menjaga pelestarian budaya Jawa di Papua Barat. Organisasi tersebut secara rutin mengadakan pertemuan dan latihan gamelan setiap pekan.
“Pertemuan rutin IKBY biasanya dilakukan pada minggu kedua setiap bulan. Sementara setiap hari Sabtu kami mengadakan latihan gamelan sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa di Manokwari,” jelas Subagyo.
Ia berharap keberadaan IKBY di Papua Barat tidak hanya menjadi wadah silaturahmi masyarakat perantauan asal Yogyakarta, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial, budaya, dan kemasyarakatan bagi warga di Manokwari.
Subagyo menambahkan, semangat gotong royong yang dibangun melalui kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan menjadi salah satu cara mempererat hubungan antarmasyarakat di Papua Barat.
“Kami ingin terus menjaga kebersamaan dan toleransi di Manokwari melalui kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan,” tutupnya. (red)
