MANOKWARI, PinFunPapua.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi SMA Negeri 4 Manokwari di kawasan Komplek Irman Jaya, Kamis (28/05/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengatakan SMA Negeri 4 Manokwari menjadi salah satu dari 17 sekolah di Kabupaten Manokwari yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) program revitalisasi tahun 2026.
Ia menyebut pembangunan sekolah tersebut telah dipastikan memperoleh anggaran sebesar Rp8,1 miliar yang bersumber dari Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama enam bulan dengan menggunakan sistem swakelola sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Melalui sistem tersebut, pemerintah ingin melibatkan masyarakat sekitar sekolah dalam proses pembangunan sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Material pembangunan diharapkan dibeli dari toko-toko bangunan lokal sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat sekitar,” katanya.
Abdul Mu’ti menjelaskan, berdasarkan evaluasi revitalisasi tahun 2025, sistem swakelola terbukti membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tepat, lebih bagus, hemat, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tahun lalu ada 16.167 proyek revitalisasi yang selesai 100 persen dan hasil evaluasinya sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jika setiap sekolah mempekerjakan minimal 10 orang, maka program tersebut diperkirakan mampu menyerap sedikitnya 710 ribu tenaga kerja.
“Program revitalisasi ini bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Abdul Mu’ti juga mengungkapkan hasil penelitian LP3ES tahun lalu menunjukkan sekitar 250 ribu orang terlibat dalam program revitalisasi pendidikan 2025 dan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kita berharap revitalisasi ini dapat selesai sesuai target sehingga anak-anak kita memiliki lingkungan belajar yang lebih baik,” pungkasnya. (JN)
