FAKFAK,PinFunPapua.com – Di bawah langit cerah Kampung Torea, Distrik Fakfak Tengah, sebuah momen sederhana namun sarat makna terjadi. Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, menancapkan bibit pohon pala ke dalam tanah, Selasa (2/6/2026).
Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin hanya terlihat sebagai seremoni penanaman pohon. Namun bagi masyarakat Fakfak, negeri yang sejak lama dikenal sebagai penghasil pala berkualitas dunia, momen itu menjadi simbol komitmen untuk menjaga warisan alam sekaligus membangun masa depan ekonomi yang berkelanjutan.
Didampingi para Pejabat Utama Kodam XVIII/Kasuari, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, unsur Forkopimda, tokoh adat, masyarakat, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Pangdam menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengelola sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Christian K. Tehuteru secara khusus menyoroti komoditas pala yang telah menjadi identitas Kabupaten Fakfak selama berabad-abad.
Menurutnya, pala bukan sekadar tanaman perkebunan, melainkan warisan berharga yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, keberadaan dan pengembangannya harus terus dijaga secara berkelanjutan.
“Fakfak memiliki anugerah besar berupa pala yang telah dikenal luas karena kualitasnya. Potensi ini harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Pangdam.
Ia menilai, di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, sektor perkebunan pala memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penghijauan dan pemanfaatan lahan produktif.
Karena itu, Pangdam mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga kawasan perkebunan pala serta memperluas pengembangannya secara terencana dan berkelanjutan.

“Kita ingin pembangunan berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Ketika lingkungan terjaga, maka kesejahteraan masyarakat akan tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.
Usai memberikan arahan, Pangdam menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama jajaran Kodam XVIII/Kasuari, Korem 182/JO, Kodim 1803/Fakfak, Forkopimda, tokoh adat, dan warga setempat.
Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Prajurit TNI, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga tampak bekerja berdampingan menanam bibit demi bibit pohon, menandai komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam Fakfak.
Sementara itu, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, melalui pendekatan yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan rakyat.
Kegiatan penghijauan di Kampung Torea sekaligus mencerminkan komitmen Kodam XVIII/Kasuari dalam mengintegrasikan pembangunan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan kepedulian sosial sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.
Di tanah yang selama ini dikenal sebagai Negeri Pala, bibit-bibit yang ditanam siang itu menjadi lebih dari sekadar pohon. Ia adalah simbol harapan tentang masa depan Fakfak yang hijau, produktif, dan sejahtera.
Ketika rombongan Pangdam meninggalkan Kampung Torea menjelang sore, deretan bibit yang baru ditanam berdiri tegak di atas tanah yang subur. Mungkin hari ini ukurannya masih kecil, namun kelak akan tumbuh menjadi pohon yang memberi manfaat bagi banyak orang, sebagaimana harapan yang sedang ditanam untuk generasi masa depan.
“Pohon yang ditanam hari ini mungkin tidak langsung memberi buah, tetapi akan memberi kehidupan di masa depan. Begitu pula pengabdian dan kepedulian, sekecil apa pun yang ditanam dengan ketulusan akan tumbuh menjadi manfaat bagi banyak orang.” (Risman Bauw).
