MANOKWARI,PinFunPapua.com – Menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Provinsi Papua Barat, Dengan tema ” Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan
Ketua Prima Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Fajrin Atta Maruapey, mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Kabupaten Manokwari, untuk turut mengambil bagian dalam menyukseskan perhelatan nasional tersebut.
Menurut Fajrin, Pesparawi Nasional merupakan agenda besar yang tidak hanya menjadi milik umat Kristiani, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Papua Barat karena daerah ini dipercaya menjadi tuan rumah bagi ribuan peserta dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
Karena itu, ia menilai seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, suku maupun golongan memiliki tanggung jawab bersama untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut.
“Sebagai masyarakat Papua Barat, kita patut bersyukur karena daerah ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Saya mengajak umat Islam di Manokwari untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan Pesparawi Nasional XIV sebagai bentuk dukungan terhadap daerah dan sebagai wujud persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Fajrin kepada PinFunPapua.com, Rabu (3/6/2026).
Ia mengatakan, kehadiran ribuan peserta, official, pendamping, dan tamu dari seluruh Indonesia akan menjadi kesempatan bagi Papua Barat untuk menunjukkan wajah daerah yang damai, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
Menurutnya, selama ini Papua Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Kondisi tersebut harus terus dipertahankan dan diperlihatkan kepada para tamu yang datang selama pelaksanaan Pesparawi.
“Papua Barat selama ini menjadi contoh bagaimana masyarakat yang berbeda agama, suku dan budaya dapat hidup berdampingan dengan damai. Nilai-nilai itu harus terus kita jaga dan tunjukkan kepada seluruh peserta Pesparawi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Fajrin menegaskan bahwa keterlibatan umat Islam dalam mendukung pelaksanaan Pesparawi merupakan bentuk nyata dari komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama yang telah lama tumbuh di Tanah Papua.
Ia menilai toleransi tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata, salah satunya dengan memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh umat agama lain selama kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Ini adalah momentum yang baik untuk memperkuat semangat kebersamaan. Ketika saudara-saudara kita melaksanakan kegiatan keagamaan berskala nasional, maka kita juga perlu memberikan dukungan dan membantu menciptakan suasana yang aman serta nyaman selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Selain mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Pesparawi, Fajrin juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Menurut dia, suksesnya sebuah kegiatan nasional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia dan pemerintah, tetapi juga oleh dukungan masyarakat dalam menjaga situasi yang kondusif.
Karena itu, ia mengimbau umat Islam di Manokwari agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Saya mengajak seluruh umat Muslim di Manokwari untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar ataupun oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu ketenangan masyarakat selama Pesparawi berlangsung,” tegasnya.
Menurut Fajrin, keberhasilan Papua Barat sebagai tuan rumah akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dari sisi sosial dan budaya, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
Kedatangan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga sektor jasa lainnya.
“Pesparawi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, kita perlu menyambut para tamu dengan baik, menunjukkan keramahan masyarakat Papua Barat, serta memberikan kesan positif sehingga mereka merasa nyaman selama berada di Manokwari,” katanya.
Lebih lanjut, Fajrin berharap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV dapat menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa serta mempererat hubungan antarumat beragama di Papua Barat maupun Indonesia secara umum.
Ia optimistis dengan semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Papua Barat, seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi akan berlangsung aman, lancar, dan sukses.
“Pesparawi bukan hanya tentang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga tentang membangun persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Mari kita bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik, menjaga keamanan, serta mendukung kesuksesan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat,” tutupnya.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 dan akan diikuti kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah daerah bersama panitia pelaksana terus melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses. (Dhy)
